Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Malam Kisah Para Rasul 27:14-25, Harus Lapang Dada

Berdamai dengan kenyataan, tidak mudah tersinggung, dan memiliki kelapangan hati untuk memaafkan, seringkali digambarkan sebagai kunci ketenangan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Foto Alkitab. Renungan harian Kristen Kisah Para Rasul 27:14-25. 

Ringkasan Berita:1. Renungan harian Kristen kali ini berjudul harus lapang dada.

2. Firman Tuhan  dalam Kisah Para Rasul 27:14-25.
 
3. Di dalam persekutuan atau pelayanan, banyak juga yang mengalami masa-masa sulit. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul harus lapang dada.

Ditulis oleh Boy Borang dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan  dalam Kisah Para Rasul 27:14-25.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 20:1-12, Harus Peras Otak

“Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap  
bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” (Kis. 27:22)

Idiom “lapang dada” (open heart) adalah sikap mental yang mau menerima keadaan, ujian atau perlakuan orang lain dengan iklas, sabar dan tanpa rasa gusar.  

Ini berarti berdamai dengan kenyataan, tidak mudah tersinggung, dan memiliki kelapangan hati untuk memaafkan, seringkali digambarkan sebagai kunci ketenangan hidup.” 

Ini sangat tidak mudah bagi orang yang belum mengalami pembaharuan hati.

Secara manusia tak seorang pun mau menerima sesuatu yang tidak menyenangkan, bukan?

Namun kalau mencoba menolak (tidak menerima kenyataan), akan lebih tertekan, lalu apa gunanya?
Di antara dua ratus tujuh puluh enam jiwa (276) yang sedang berlayar ke Roma (27:37), barangkali hanya Paulus satu satunya yang masih cukup kuat, yang menjadi harapan dan andalan semua penumpang kapal itu.

Sembari menahan lapar sampai empat belas hari, dalam keadaan gelap, mereka juga harus membuang muatan ke laut, termasuk juga alat-alat kapal, dibuang.

Sudah begitu susah, sejumlah anak kapal berniat mau melarikan diri, namun mereka dicegah oleh Paulus.

Dalam keadaan begitu panik, perkataan Paulus menjadi penghiburan yang menguatkan mereka.

Ia berkata, “Tetapi sekarang juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.”

Paulus memberitahu mereka bahwa Allah ada di sisinya, sehingga mereka tidak usah takut. 

Demi kepentingan misi Paulus yang harus ke Roma untuk menghadap kaisar, semua akan selamat dari bahaya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved