Breaking News
Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Jenis Makanan Wajib Dihindari Penderita Liver, Cegah Meningkatnya Perlemakan Hati

Perlemakan hati terjadi saat ada penumpukan zat lemak, terutama trigliserida, di dalam sel hati. 

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
PowerofPositivity.com
HATI: Penderita livr harap jaga makanan. Tak boleh konsumsi makanan ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jangan sepelekan penyakit liver, ada beberapa makanan yang tak boleh dikonsumsi.

Karena jika salah konsumsi makanan bisa menyebabkan penyakit liver bertambah parah.

Perlemakan hati atau fatty liver disease adalah salah satu penyakit organ hati yang sering terjadi.

Baca juga: 7 Ciri Seseorang Idap Penyakit Liver Kronis, Simak Juga Cara Mecegahnya

Perlemakan hati, atau fatty liver, adalah kondisi medis yang terjadi ketika terdapat penumpukan lemak berlebihan di organ hati.

Normalnya, hati memiliki sedikit lemak, namun jika jumlahnya mencapai 5–10 persen dari berat hati, kondisi ini disebut perlemakan hati. 

Perlemakan hati (steatosis hati) adalah kondisi di mana terdapat penumpukan lemak berlebih di dalam sel-sel hati. 

Dampaknya adalah kerusakan hati yang bisa memicu terjadinya sirosis, yakni kondisi hati ditandai terbentuknya jaringan parut menggantikan sel-sel hati yang sehat, sehingga mengganggu fungsi hati secara keseluruhan.

 Bahkan perlemakan hati bisa memicu kanker hati.

Perlemakan hati terjadi saat ada penumpukan zat lemak, terutama trigliserida, di dalam sel hati. 

Asupan makanan yang banyak mengandung lemak, tinggi karbohidrat, serta konsumsi alkohol yang belebihan (alkoholik) menjadi faktor pencetus terbanyak untuk kondisi ini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah dr. Lianda Siregar, Sp. P.D menerangkan, perlemakan hati tidak hanya terjadi pada mereka yang obesitas.

Melainkan terjadi pada setiap orang, dengan mayoritas usia di atas 30 tahun. 

"Dari data epidemiologi, perlemakan hati terjadi pada 10-35 persen populasi umum, dan mencapai 40-90 persen pada penderita obesitas," tutur dia ditulis di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Penderita fatty liver sebaiknya menghindari makanan tinggi lemak jenuh, makanan cepat saji, makanan tinggi gula, dan minuman beralkohol. 

Perlemakan di hati (fatty liver) dapat hilang dengan perubahan gaya hidup. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved