Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Ini Dia 9 Manfaat Belut untuk Kesehatan, Sumber Protein Berkualitas Tinggi

Ikan belut memiliki segudang manfaat untuk kesehatan meski sering ditakuti karena betukannya yang mirip ular.

Editor: Glendi Manengal
Tribunnews.com/Richard Susilo
MANFAAT KESEHATAN - Manfaat ikan belut untuk kesehatan. Berikut ini daftar fakta-fakta tentang belut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ikan belut memiliki segudang manfaat untuk kesehatan meski sering ditakuti karena betukannya yang mirip ular.

Belut merupakan sekelompok ikan berbentuk mirip ular, ikan ini bisa dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi.

Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernapas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. 

Belut menjadi salah satu kuliner di Indonesia, belut memiliki rasa yang cukup gurih ketika dimasak.

Selain rasanya yang lezat, ikan dengan nama latin Anguilla rostrata ini juga mengandung makronutrisi penting seperti protein, lemak dan juga karbohidrat.

Banyaknya kandungan nutrisi pada belut membuatkan memiliki segudang manfaat jika dikonsumsi.

Penasaran dengan fakta-fakta menarik tentang belut dna manfaatnya bagi kesehatan?

Berikut fakta-fakta tentang belut, mulai dari kandungan hingga manfaatnya.

1. Kandungan nutrisi

Daging belut diketahui mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.

Dalam 100 gram daging belut dapat mengandung sekitar:

·⁠  18,7 gram protein

·⁠  0,9 gram lemak

·⁠  150 miligram Fosfor

·⁠  39 miligram Kalsium

·⁠  1,6 miligram Zat Besi

·⁠  vitamin A

·⁠  vitamin D

·⁠  vitamin B1

·⁠  vitamin B2

·⁠  vitamin B6

·⁠  0,05 gram kolesterol

·⁠  285 kalori

2. Perkuat sistem imun

 

Berkat kandungan vitamin yang melimpah pada belut, sistem imunmu akan semakin kuat jika mengonsumsinya dengan teratur.

Belut juga mengandung mineral seperti zinc dan selenium yang dapat membantu mencegah infeksi virus maupun bakteri.

3. Tingkatkan kesehatan jantung

Belut kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk otak dan kesehatan jantung.

Omega-3 berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan mengurangi risiko penyakit jantung.

4. Cegah anemia

Kandungan asam folat, zat besi, dan vitamin B12 yang ada pada belut bisa mencegah anemia.

Nutrisi diatas memiliki peran penting untuk menghasilkan sel-sel darah merah.

5. Baik untuk ibu hamil

Belut tinggi akan protein yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan.

 

Protein pada belut ini bisa membantu perkembangan janin dengan baik.

Tak hanya itu saja, nutrisi pada belut juga membantu payudara dan jaringan rahim semakin kuat selama kehamilan.

6. Kurangi risiko kanker

Tak hanya tinggi protein, belut juga mengandung asam amino dan arganin yang bermanfaat bagi tubuh.

Asam amino berfungsi untuk meningkatkan hormon pertumbuhan manusia, sedangkan arginin berfungsi untuk mengurangi risiko kanker payudara dan mencegah sel-sel kanker ganas.

7. Bisa jadi MPASI

Kandungan nutrisi yang melimpah pada ikan belut sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak.

Belut cocok dijadikan sebagai menu MPASI, terlebih rasanya yang gurih dan disukai anak-anak.

8. Baik untuk kulit

Belum banyak yang tau jika belut mengandung vitamin E dan efek antioksidan.

 

Vitamin E diketahui bermanfaat untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet, menjaga kesehatan kulit, dan mencegah munculnya tanda-tanda penuaan.

9. Menguatkan tulang

Fakta terakhir dari belut yakni baik untuk kesehatan tulang.

Belut mengandung mineral fosfor yang bermanfaat untuk menguatkan tulang dan menjadikannya tetap sehat.

Waspada, Lemaknya Cukup Tinggi

Meskipun mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut cukup tinggi, yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5 g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g).

Di antara kelompok ikan, belut digolongkan sebagai ikan berkadar lemak tinggi. Kandungan lemak pada belut hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 g). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, belut termasuk makanan berkolesterol tinggi dan wajib untuk diwaspadai.     

Walaupun kadar lemaknya tinggi, belut tidak perlu dihindari dalam pola makan kita. Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sebagai sumber kelezatan, sumber energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sebagai pembawa vitamin larut lemak (A, D, E dan K).  

Pada lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan menghalanginya dari proses resorpsi (pelepasan kalsium dari tulang).  

Upaya untuk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dengan cara dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari daging belut, menetes ke bara api. Sebaiknya belut tidak diolah dengan cara digoreng, agar kadar lemaknya tidak bertambah banyak.  

Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan.

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).

Artikel telah tayang di Tribunhealth

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun health
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved