Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Public Service

Tak Kunjung Dapat Perhatian Pemerintah, Warga Bantik Bolmong Sulut Tanam Pisang di Jalan Berlubang

Kesal karena jalan di wilayah mereka rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, warga nekat tanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Nielton Durado
JALAN RUSAK - Protes jalan rusak, warga Bantik Bolmong tanam pisang di tengah jalan. Pasalnya, jalan trans Sulawesi di desanya berlubang dan tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Bolmong, menanam pohon pisang di jalan trans Sulawesi yang berlubang parah karena tak kunjung diperbaiki pemerintah.
  • Kerusakan jalan disebut semakin parah dan membahayakan pengendara, bahkan sudah pernah terjadi kecelakaan. Warga sempat menambal secara swadaya, namun kembali rusak akibat hujan.
  • Warga meminta BPJN Sulawesi Utara segera memperbaiki jalan rusak, karena dari Poigar hingga Inobonto terdapat banyak lubang yang dibiarkan tanpa perbaikan.

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Aksi protes unik dilakukan warga Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.

Bolmong merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan ibu kota berada di Lolak.

Jarak ibu kota Bolmong ke pusat Kota Manado (Zero Point) adalah sekitar 155 km km yang bisa ditempuh dengan berkendara sekitar 3 jam 40 menit menggunakan kendaraan bermotor via Jalan Trans Sulawesi.

Kesal karena jalan trans Sulawesi di wilayah mereka rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, warga nekat menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang.

Langkah itu bukan tanpa alasan.

Kerusakan jalan disebut sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan pengendara.

Sandy, salah satu warga, mengungkapkan kondisi jalan semakin hari semakin parah. Lubang-lubang besar menganga di badan jalan, memicu risiko kecelakaan.

“Kerusakannya sekarang sudah sangat parah,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia bahkan menyebut sudah ada pengendara yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak tersebut.

Menurut Sandy, aksi tanam pisang itu merupakan bentuk sindiran keras terhadap kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan BPJN.

Warga sebenarnya sempat berinisiatif menambal lubang secara swadaya menggunakan semen. Namun upaya itu tak bertahan lama karena kembali rusak saat hujan turun.

“Lubangnya sekarang malah makin besar dan sangat membahayakan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Samsu, warga lainnya. Ia meminta BPJN Sulut tidak menutup mata terhadap kondisi jalan di wilayah Bolmong.

Menurutnya, kerusakan jalan bukan hanya terjadi di Desa Bantik. Dari Poigar hingga Inobonto, terdapat puluhan titik jalan berlubang yang belum tersentuh perbaikan.

“Bantik ini cuma salah satunya,” tegasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved