Public Service
Pantai Biontong Satu Dipenuhi Sampah, Ini Kata DLH Bolaang Mongondow Utara
Warga mengaku jika sebelumnya Pantai Biontong ini selalu bersih karena ada petugas yang bekerja untuk kebersihan pantai.
Penulis: Alpri Agogoh | Editor: Ventrico Nonutu
Ringkasan Berita:
- Kondisi Pantai di Desa Biontong Satu memprihatinkan.
- Pantai Biontong masih menjadi salah satu destinasi yang terjangkau bagi masyarakat untuk dikunjungi.
- Bupati telah menginstruksikan para camat untuk mewajibkan seluruh desa, termasuk kantor kecamatan, melaksanakan kegiatan kerja bakti.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi Pantai di Desa Biontong Satu, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) memprihatinkan.
Pantai yang berada sekitar 40 kilometer dari Kantor Bupati Boltara itu, saat ini dipenuhi sampah.
Mulai dari botol air mineral, hingga pembungkus aneka makanan ringan tampak berhamburan di tepian pantai.
Daun-kering dan ranting-ranting pohon yang jatuh juga seakan luput dari perhatian pemerintah setempat.
Padahal pantai ini masih menjadi salah satu destinasi yang terjangkau bagi masyarakat untuk dikunjungi.
Jemy, warga sekitar mengkritisi kinerja Pemerintah Desa setempat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolaang Mongondow Utara yang cuek dengan kebersiahan.
"Seharusnya cepat dibersihkan apalagi pantai ini masih sering dikunjungi wisatawan," kata Jemy.
Menurut warga, pantai tersebut seharusnya tetap dijaga kelestarian dan kebersihanya kerena merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi.
Warga mengaku jika sebelumnya Pantai Biontong ini selalu bersih karena ada petugas yang bekerja untuk kebersihan pantai.
"Namun belakangan, petugas kebersihan yang biasanya membersihkan pantai ini sudah tidak lagi bekerja," Beber Dedi yang juga warga desa Biontong Satu.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boltara Adler Manginsoa saat di hubungi Tribun Manado, Selasa (14/04) mengakui jika persoalan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dalam hal ini DLH.
Namun kata dia, pemerintah desa setempat juga seharusnya peka melihat kondisi yang ada.
"Kondisi anggaran saat ini minim. Sehingga petugas kebersihan hanya difokuskan di lingkungan ibu kota saja," kata Adler.
Menurutnya, beberapa waktu lalu Bupati Sirajudin Lasena telah mencangkan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Di tingkat kecamatan, Bupati telah menginstruksikan para camat untuk mewajibkan seluruh desa, termasuk kantor kecamatan, melaksanakan kegiatan kerja bakti.
"Camat dan Sangadi diminta kerja bakti diwilayahnya masing-masing. Jadi seharunya persoalan kebersihan di desa harus di koordinir oleh pemerintah desa setempat," pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Pri)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Lubang Jalan Muncul di Sekitar Balai Kota Tikala Manado |
|
|---|
| Warga Kulur Tabukan Tengah Sangihe Keluhkan Jembatan Rusak, Berharap Segera Diperbaiki |
|
|---|
| Taman Berkat Manado Memprihatinkan, Dinding Gedung Dipenuhi Coretan Vandalisme |
|
|---|
| Jalan Rusak di AJ Purukan Minut Diduga Jadi Ladang Cuan, Pengendara Ngeluh: Setiap Hari Ditambal |
|
|---|
| 2 Pantai Cantik di Bolsel Tercemar Sampah Plastik, Warga Sebut DLH Kurang Beri Perhatian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/MEMPRIHATINKAN-Pantai-Desa-Biontong-Satu-Boltara-kini-memprihatinkan.jpg)