Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Public Service

Pantai Biontong Satu Dipenuhi Sampah, Ini Kata DLH Bolaang Mongondow Utara

Warga mengaku jika sebelumnya Pantai Biontong ini selalu bersih karena ada petugas yang bekerja untuk kebersihan pantai.

Tayang:
Penulis: Alpri Agogoh | Editor: Ventrico Nonutu
Tribun Manado/Alpri Agogoh
MEMPRIHATINKAN - Pantai Desa Biontong Satu, Boltara, kini memprihatinkan. Ada banyak sampah yang ada di pantai tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi Pantai di Desa Biontong Satu memprihatinkan.
  • Pantai Biontong masih menjadi salah satu destinasi yang terjangkau bagi masyarakat untuk dikunjungi.
  • Bupati telah menginstruksikan para camat untuk mewajibkan seluruh desa, termasuk kantor kecamatan, melaksanakan kegiatan kerja bakti.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi Pantai di Desa Biontong Satu, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) memprihatinkan.

Pantai yang berada sekitar 40 kilometer dari Kantor Bupati Boltara itu, saat ini dipenuhi sampah.

Mulai dari botol air mineral, hingga pembungkus aneka makanan ringan tampak berhamburan di tepian pantai.

Daun-kering dan ranting-ranting pohon yang jatuh juga seakan luput dari perhatian pemerintah setempat.

Padahal pantai ini masih menjadi salah satu destinasi yang terjangkau bagi masyarakat untuk dikunjungi.

Jemy, warga sekitar mengkritisi kinerja Pemerintah Desa setempat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolaang Mongondow Utara yang cuek dengan kebersiahan.

"Seharusnya cepat dibersihkan apalagi pantai ini masih sering dikunjungi wisatawan," kata Jemy.

Menurut warga, pantai tersebut seharusnya tetap dijaga kelestarian dan kebersihanya  kerena merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi.

Warga mengaku jika sebelumnya Pantai Biontong ini selalu bersih karena ada petugas yang bekerja untuk kebersihan pantai.

"Namun belakangan, petugas kebersihan yang biasanya membersihkan pantai ini sudah tidak lagi bekerja," Beber Dedi yang juga warga desa Biontong Satu.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boltara Adler Manginsoa saat di hubungi Tribun Manado, Selasa (14/04) mengakui jika persoalan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dalam hal ini DLH.

Namun kata dia, pemerintah desa setempat juga seharusnya peka melihat kondisi yang ada. 

"Kondisi anggaran saat ini minim. Sehingga petugas kebersihan hanya difokuskan di lingkungan ibu kota saja," kata Adler.

Menurutnya, beberapa waktu lalu Bupati Sirajudin Lasena telah mencangkan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Di tingkat kecamatan, Bupati telah menginstruksikan para camat untuk mewajibkan seluruh desa, termasuk kantor kecamatan, melaksanakan kegiatan kerja bakti.

"Camat dan Sangadi diminta kerja bakti diwilayahnya masing-masing. Jadi seharunya persoalan kebersihan di desa harus di koordinir oleh pemerintah desa setempat," pungkasnya.

(TribunManado.co.id/Pri)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved