Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penganiayaan di Bitung

Kronologi Penyebab Anak Bunuh Ibu Kandung di Bitung, Alice Lukas Tewas Usai Tegur Excel Lakukan Ini

Seorang ibu rumah tangga, Alice Lukas (41), meninggal dunia setelah dianiaya oleh anak kandungnya sendiri, ER alias Excel (23) di Bitung.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Kolase Tribun Manado/HO
TRAGIS - Kolase foto TKP. Peristiwa tragis di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) seorang anak menganiaya ibu kandungnya pakai senjata tajam (sajam) jenis Parang mengakibatkan korban meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.30 Wita, disebuah rumah yang di huni pelaku dan korban. 

Ringkasan Berita:
  • Insiden bermula saat korban menegur pelaku yang sedang mandi, yang kemudian memicu emosi pelaku hingga marah dan merusak barang di rumah.
  • Pelaku menyerang korban di dalam rumah, korban sempat menghindar, namun pelaku terus mengejar dan kembali menyerang dengan senjata tajam hingga korban terluka parah.
  • Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun meninggal dunia, sementara pelaku melarikan diri ke pantai sebelum akhirnya ditangkap polisi dan diproses hukum.

TRIBUNMANADO.CO.ID,AIRMADIDI - Peristiwa tragis terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (16/4/2026) sore.

Seorang ibu rumah tangga, Alice Lukas (41), meninggal dunia setelah dianiaya oleh anak kandungnya sendiri, ER alias Excel (23), di rumah mereka di Lingkungan II RT IV, Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Bitung.

Kasus pembunuhan ini menghebohkan wargqa Sulut.

Berikut kronologi penyebab anak bunuh ibu kandung di Bitung.

Kronologi kejadian

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula saat pelaku sedang mandi.

Dan korban diduga sempat marah-marah ke pelaku sembari katakan mengatakan Excel ngana cuma bermain-main aer (Excel kamu hanya bermain air).

Korban sempat menegur pelaku, yang kemudian memicu emosi.

Pelaku keluar dari kamar mandi dalam keadaan marah, sempat melampiaskan emosi dengan merusak barang di dalam rumah.

Situasi kemudian memanas ketika pelaku menyerang korban di dalam rumah.

Korban sempat berupaya menghindar, namun pelaku terus mengejar.

Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku mengambil senjata tajam dan kembali menyerang korban.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

"Korban sempat sempat menangkis dengan tangan, namun  pelaku tetap memotong tangan Korban, setelah itu pelaku langsung melempar parang yang digunakan dan pelaku langsung melarikan diri ke pantai," kata Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai, Jumat (17/4/2026).

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, dan sempat mendapat perawatan di RS dr Wahyu Slamet AL hingga meninggal dunia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved