Bitung Sulawesi Utara
Warga Kota Bitung Batal Pulkam, Mobil Tak Bisa Isi BBM Karena Barcode Sudah Terpakai
Julian (68) warga Kecamatan Girian Kota Bitung Sulawesi Utara, batal pulang kampung (pulkam) ke sanak keluarganya, Kamis 19 Maret 2026.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Julian (68) warga Kecamatan Girian Kota Bitung Sulut, batal pulang kampung (pulkam) ke sanak keluarganya, Kamis 19 Maret 2026.
- Pasalnya rencana pulkam ke daerah Minahasa Selatan (Minsel), rutin dilakukan kala libur tiba.
- Kali ini rencana pulkam pakai kendaraan jenis City Car berbahan bakar Pertalite tak bisa mengisi BBM di SPBU Wangurer Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir.
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Julian (68) warga Kecamatan Girian Kota Bitung Sulawesi Utara, batal pulang kampung (pulkam) ke sanak keluarganya, Kamis 19 Maret 2026.
Pasalnya rencana pulkam ke daerah Minahasa Selatan (Minsel), rutin dilakukan kala libur tiba.
Kali ini rencana pulkam pakai kendaraan jenis City Car berbahan bakar Pertalite tak bisa mengisi BBM di SPBU Wangurer Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir.
Kepada Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, ia menceritakan saat mau mengisi Bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBU Wangurer tidak bisa.
"Operator bilang torang pe barcode hari ini sudah ada pengisian 100 liter. Padahal sepanjang hari ini kami belum melakukan pengisian Pertalite," keluh Julian usai keluar dari SPBU Wangurer Bitung Kamis 17 Maret 2026.
Saat diwawancara hari sudah malam.
Lanjut Lian sapaan warga yang adalah seorang pensiunan pegawai negeri, mobilnya mereka Daihatsu Ayla.
Kapasitas tangki 36 liter, setiap melakukan pengisian 30 liter untuk pemakaian sehari.
Kondisi ini sangat mencurigakan, masakkan barcode milik mobil jenis city car bisa melakukan pengisian 100 liter.
Berdasarkan foto yang diambil dari mesin barcode, milik operator di SPBU Wangurer tertera dengan jelas mobil, nomor polisi sama persis dengan kendaraan miliknya lengkap dengan foto bagian depan kendaraan.
Dalam keterangan di mesin barcode tersebut, pengisian yang dilakukan di SPBU nomor 7495307.
Tertanggal 19 Maret 2026, sejumlah 100 liter.
Kondisi seperti ini sudah yang kedua kalinya dialami.
Pada bulan Desember 2025, situasi yang sama dialaminya ketika hendak melakukan pengisian BBM di SPBU Girian Permai tidak bisa.
Karena barcode miliknya sudah dipakai oleh kendaraan lainnya mengisi Bbm dengan jumlah 200 liter.
Pihaknya mencurigai ada yang sengaja menggandakan barcode miliknya, untuk kendaraan lainnya.
Jika melihat rata-rata pengisian, dicurigai mobil yang mengisi pakai bacode miliknya adalah kendaraan bermesin disel.
"Kami meminta, pihak yang terkait untuk segera menindaklanjuti apa yang kami alami. Ini ini jelas sangat merugikan," tandasnya.
Terkait masalah ini, Agung Afrizal adalah Sales Branch Manager (SBM) SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo) di PT Pertamina Patra Niaga memberikan solusi untuk meriset barcode.
"Nanti kami akan melakukan pengecekan di SPBU," kata Agung Afrizal SBM SulutGo PT Pertamina Patra Niaga saat di konfirmasi lewat sambungan WA.
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
| Kasus Anak Batita di Bitung Meninggal saat Orang Tua Cek-Cok: Tetangga Lihat Korban Lambaikan Tangan |
|
|---|
| Kabar Terkini Kasus Anak Usia Hampir 2 Tahun di Bitung, Meninggal Dunia Saat Orang Tua Cek-Cok |
|
|---|
| Walikota Bitung Hengky Honandar: Terima Kasih BNPB, Atas Kepedulian untuk Dampak Bencana Gempa |
|
|---|
| Ini Sisi Lain Penumpang Arus Balik di Pelabuhan Samudera Bitung |
|
|---|
| Jalan ke Masjid di Girian Indah Bitung Longsor, Warga Terpaksa Harus Putar Arah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/TAMPILAN-BARCODE-Warga-Kota-Bitung-keluhkan-tidak-bisa-isi-bbm-di-SPBUlo0-8.jpg)