Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Warga Kota Bitung Batal Pulkam, Mobil Tak Bisa Isi BBM Karena Barcode Sudah Terpakai

Julian (68) warga Kecamatan Girian Kota Bitung Sulawesi Utara, batal pulang kampung (pulkam) ke sanak keluarganya, Kamis 19 Maret 2026.

Tribun Manado/Christian_Wayongkere
TAMPILAN BARCODE - Warga Kota Bitung keluhkan tidak bisa isi bbm di SPBU, lantaran operator bilang barcodenya sudah terpakai padahal selang sehari ini belum pernah mengisi BBM Pertalite. Walhasil batal pulang kampung. 
Ringkasan Berita:
  • Julian (68) warga Kecamatan Girian Kota Bitung Sulut, batal pulang kampung (pulkam) ke sanak keluarganya, Kamis 19 Maret 2026.
  • Pasalnya rencana pulkam ke daerah Minahasa Selatan (Minsel), rutin dilakukan kala libur tiba.
  • Kali ini rencana pulkam pakai kendaraan jenis City Car berbahan bakar Pertalite tak bisa mengisi BBM di SPBU Wangurer Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Julian (68) warga Kecamatan Girian Kota Bitung Sulawesi Utara, batal pulang kampung (pulkam) ke sanak keluarganya, Kamis 19 Maret 2026.

Pasalnya rencana pulkam ke daerah Minahasa Selatan (Minsel), rutin dilakukan kala libur tiba.

Kali ini rencana pulkam pakai kendaraan jenis City Car berbahan bakar Pertalite tak bisa mengisi BBM di SPBU Wangurer Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir.

Kepada Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, ia menceritakan saat mau mengisi Bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBU Wangurer tidak bisa.

"Operator bilang torang pe barcode hari ini sudah ada pengisian 100 liter. Padahal sepanjang hari ini kami belum melakukan pengisian Pertalite," keluh Julian usai keluar dari SPBU Wangurer Bitung Kamis 17 Maret 2026.

Saat diwawancara hari sudah malam.

Lanjut Lian sapaan warga yang adalah seorang pensiunan pegawai negeri, mobilnya mereka Daihatsu Ayla.

Kapasitas tangki 36 liter, setiap melakukan pengisian 30 liter untuk pemakaian sehari.

Kondisi ini sangat mencurigakan, masakkan barcode milik mobil jenis city car bisa melakukan pengisian 100 liter.

Berdasarkan foto yang diambil dari mesin barcode, milik operator di SPBU Wangurer tertera dengan jelas mobil, nomor polisi sama persis dengan kendaraan miliknya lengkap dengan foto bagian depan kendaraan.

Dalam keterangan di mesin barcode tersebut, pengisian yang dilakukan di SPBU nomor 7495307.

Tertanggal 19 Maret 2026, sejumlah 100 liter.

Kondisi seperti ini sudah yang kedua kalinya dialami.

Pada bulan Desember 2025, situasi yang sama dialaminya ketika hendak melakukan pengisian BBM di SPBU Girian Permai tidak bisa.

Karena barcode miliknya sudah dipakai oleh kendaraan lainnya mengisi Bbm dengan jumlah 200 liter.

Pihaknya mencurigai ada yang sengaja menggandakan barcode miliknya, untuk kendaraan lainnya.

Jika melihat rata-rata pengisian, dicurigai mobil yang mengisi pakai bacode miliknya adalah kendaraan bermesin disel.

"Kami meminta, pihak yang terkait untuk segera menindaklanjuti apa yang kami alami. Ini ini jelas sangat merugikan," tandasnya.

Terkait masalah ini, Agung Afrizal adalah Sales Branch Manager (SBM) SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo) di PT Pertamina Patra Niaga memberikan solusi untuk meriset barcode.

"Nanti kami akan melakukan pengecekan di SPBU," kata Agung Afrizal SBM SulutGo PT Pertamina Patra Niaga saat di konfirmasi lewat sambungan WA.

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved