Jalan Putus di Bitung
Dosen FT Unsrat Sebut Jangan Buru-Buru Simpulkan Penyebab Kerusakan Jalan Girian-Likupang Bitung
Keempat faktor tersebut secara teknis dapat memicu terjadinya pergerakan tanah yang berujung pada longsor maupun penurunan badan jalan.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Ringkasan Berita:
- Kerusakan jalan yang telah terjadi beberapa kali itu diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor.
- Beberapa di antaranya kondisi alam dan aktivitas pertambangan di sekitar lokasi.
- Faktor-faktor tersebut memicu pergerakan tanah.
TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Putusnya Jalan Likupang–Girian, Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara, dinilai perlu diteliti secara komprehensif sebelum menyimpulkan penyebab utamanya.
Dosen Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Fabian Manoppo, mengatakan kerusakan jalan yang telah terjadi beberapa kali itu diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi alam dan aktivitas pertambangan di sekitar lokasi.
"Bisa terjadi karena kondisi kontur jalan yang miring, posisi trase jalan yang sangat dekat dengan area tambang Pit Araren, aktivitas kendaraan berat PT MSM, serta kondisi geologi di wilayah tersebut," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Keempat faktor tersebut secara teknis dapat memicu terjadinya pergerakan tanah yang berujung pada longsor maupun penurunan badan jalan.
Fabian menilai langkah paling penting saat ini adalah menyelidiki teknis secara mendalam untuk mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya.
Ia menyarankan kondisi geometrik jalan dan lereng di lokasi kerusakan diteliti.
Selain itu, daya dukung tanah dasar perlu diuji dengan pengeboran dan pengujian tanah, seperti Standard Penetration Test (SPT), analisis sifat fisik dan mekanik tanah, serta pengujian California Bearing Ratio (CBR) baik di laboratorium maupun lapangan.
Ia juga merekomendasikan pemeriksaan geolistrik guna memperoleh informasi mengenai struktur lapisan tanah hingga kedalaman sekitar 300 meter.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan adanya patahan, zona panas bumi (geothermal), akuifer, maupun kondisi bawah permukaan lainnya yang dapat memengaruhi stabilitas jalan.
"Dari hasil pemeriksaan itu baru bisa ditentukan sejauh mana pengaruh aktivitas tambang PT MSM terhadap kerusakan Jalan Likupang–Girian di segmen Pinasungkulan," katanya.
Fabian juga mengingatkan agar pihak terkait tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa aktivitas pertambangan menjadi satu-satunya penyebab kerusakan jalan.
Menurutnya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) sebaiknya melakukan penyelidikan teknis terlebih dahulu sebelum menetapkan pihak yang bertanggung jawab.
"BPJN sebaiknya melakukan penyelidikan dulu baru menyalahkan PT MSM, karena ada juga jalan di tempat lain yang mengalami kondisi serupa meskipun tidak ada aktivitas tambang atau lokasinya jauh dari area tambang," ujarnya.
Aspek konstruksi jalan juga perlu dievaluasi, termasuk apakah pembangunan jalan telah memenuhi standar nasional yang berlaku serta apakah lereng dengan kemiringan ekstrem telah mendapatkan penanganan stabilisasi yang memadai.
Baca juga: Info Cuaca Kota Manado pada Besok Kamis 4 Juni 2026: Diperkirakan Hujan Ringan di 9 Kecamatan
Baca juga: Gempa Bumi di Lampung Rabu 3 Juni 2026, Info BMKG Magnitudo dan Lokasinya
| BREAKING NEWS: Narapidana Lapas Enemawira Sangihe Diduga Kabur, Polisi Bantu Lakukan Pencarian |
|
|---|
| Tarif Listrik PLN 3-7 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Harga per kWh untuk Semua Golongan |
|
|---|
| Warga Sangihe Sulut Ditemukan Meninggal di Kebun, Diduga Jatuh dari Pohon Cengkih Setinggi 25 Meter |
|
|---|
| KABAR DUKA: Rektor Pertama Unima Prof Jan Lombok Meninggal Dunia |
|
|---|
| Protes Cewek yang Dipesan Tak Sesuai Foto Profil, Pelanggan Dikeroyok Penyedia Jasa di Manado |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dekan-ft-unsrat-fabian-manoppo-77777.jpg)