Apindo Sulut
Apindo Sulut: Direct Call Dorong Roda Ekonomi Sulawesi Utara Berputar Lebih Cepat
Direct Call dari Manado ke negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok, Korea dan Jepang bahkan Eropa terus digaungkan.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Glendi Manengal
"Tapi kita harus memenuhi berbagai syarat seperti GACC, memastikan ada buyer dan lainnya," katanya.
GACC adalah General Administration of Customs of the People’s Republic of China atau Administrasi Umum Kepabeanan China (Tiongkok), lembaga pemerintah yang mengatur kepabeanan, karantina, inspeksi, dan keamanan pangan untuk produk impor dan ekspor.
Bagi eksportir produk pangan ke Tiongkok, Registrasi GACC adalah proses pendaftaran wajib yang memastikan produk memenuhi standar keamanan Tiongkok.
Erwin juga menyoroti peluang optimalisasi jalur logistik udara. Ketersediaan kargo penerbangan internasional di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengiriman ekspor.
Khususnya untuk produk bernilai tambah dan berorientasi waktu pengiriman cepat.
Sementara, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Utara, Nicho Lieke mengingatkan pelaku UMKM untuk optimis tapi realistis.
"Untuk bisa masuk pasar China, harus bisa memenuhi ketentuan GACC, khususnya artikel 254 dan 255. Kita memang harus pastikan produk aman, standar dan siapa importirnya," kata Lieke, pemilik produk MEEA, Cap Tikus 1978 asal Sulut.
Katanya, pasar ekspor ke Tiongkok bisa dibilang susah-susah gampang. Pasalnya, standarnya yang tinggi.
"Tapi kalau sudah bisa masuk, ada pembeli, terbuka peluang lainnya," katanya.
Ketua Apindo Sulawesi Utara, Niko Lieke, menambahkan bahwa ekspor merupakan proses jangka panjang yang tidak bisa diharapkan langsung menghasilkan keuntungan besar.
Tantangan lainnya ialah permintaan diskon tinggi dari pembeli hingga kompleksitas proses pendaftaran GACC merupakan bagian dari dinamika yang harus dihadapi UMKM.
“Karena itu, UMKM perlu didampingi dan disarankan memiliki kakak angkat atau mitra usaha yang lebih berpengalaman agar dapat masuk ke pasar China secara berkelanjutan,” ujarnya.
Yani Cahyani, perajin produk kain Ecoprint dan aneka aksesoris mengungkapkan, pertemuan ini sangat berharga. Mereka diberi gambaran bagaimana membuka peluang ekspor ke Tiongkok.
"Kita bisa tahu produk apa yang dibutuhkan, apa yang harus disiapkan, mekanisme dan tatalaksananya," katanya.
Amelia Tungka yang menginisiasi ngopi bareng ini bilang, pertemuan ini sebagai wujud dukungan memperkuat kesiapan UMKM Sulawesi Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ketua-Apindo-Sulawesi-Utara-Nicho-Lieke-gaungkan-direct-call.jpg)