Meski viralnya baru belakangan ini, tapi ternyata istilah Love Language ini sudah cukup lama hadi di kehidupan kita umat manusia.
Sosol di balik istilah ini adalah seorang penulis dan penasihat pernikahan asal Amerika Serikat bernama Gary Chapman.
Lima love language itu sendiri muncul pertama kali dalam bukunya yang berjudul “The 5 Love Language”, yang terbit pada tahun 1992.
Sebelum menerbitkan buku itu, Chapman ini banyak memperhatikan dan meneliti pola para pasangan yang konsultasi sama dirinya.
Dari berbagai macam masalah yang ia temui dari client-nya itulah, Chapman mulai sadar kalau pasangan itu sering salah memahami kebutuhan satu sama lain.
“Pengetahuan seputar love language bisa membantu menunjukkan rasa sayang dan cinta secara tepat kepada pasangan.
Sebab terkadang, apabila seseorang tidak mendapatka perlakuan yang sesuai dengan bahasa kasihnya, maka akan muncul perasaan tidak dicintai,” tulisnya yang masih dikutip melalui Verywell Mind.
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.