Direktur Kawasan Konservasi Kementerian LHK - Ratna Hendratmoko, Kepala Balai
Taman Nasional Bunaken - Genman S Hasibuan.
Dalam kesempatan acara launching Mangrove Edu Fun ini, Dirjen KSDAE sekaligus menyampaikan piagam penghargaan kepada 23 orang.
Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi 4-6 Meter dari BMKG: Diminta Kewaspadaan Masyarakat, Ini Lokasinya
Baca juga: Moeldoko: Saya Dapat Informasi Setiap Tahun Yayasan Harapan Kita Mensubsidi Rp 40-50 Miliar
Mereka adalah para pejuang konservasi yang telah berperan aktif dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken dan di Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri unsur mitra Pemerintah, akademisi, lembaga swasta serta masyarakat.
Piagam penghargaan tersebut bertujuan untuk memelihara semangat dan daya juang.
Diharapkan semua lini agar berperan aktif terhadap keseluruhan upaya-upaya konservasi dan penyelamatan lingkungan hidup di sekitarnya.
"Di samping itu dengan apresiasi yang diberikan ini juga dapat menggugah semangat masyarakat untuk mengambil, bagian dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken di masa yang akan datang," ujar Wiratno.
Baca juga: ASN Tomohon Bakal Terima THR, Pemkot Siapkan Rp 12 Miliar
Baca juga: Cerita Marcell Siahaan Tiga Kali Ganti Agama, Kini Temukan Kenyamanan Jadi Mualaf
Dalam sambutannya, General Manager Grand Luley Manado Ariestra Prasetio Murtiono mengatakan, sedari awal perusahaan kami PT Pandu Harapan Nusa (Grand Luley Manado) memiliki nilai bahwa kita berhutang pada alam,
"Dan karenanya kita harus melaksanakan pengembalian pada alam, untuk memastikan keberadaannya terjaga untuk generasi berikutnya," ujarnya
Kata dia, ini tentu berbeda dengan pola pikir pada umumnya yang menganggap kita harus memberikan sumbangan pada alam atau kita harus melakukan tanggung jawab sosial perusahaan kepada alam.
"Bagi kami, ini adalah kewajiban. Seperti hutang yang harus dikembalikan dan dibayarkan," ucapnya.
Ini tentu menuntut tingkat kesadaran dan pemahaman yang baik dan mengubah pola pikir.
Untuk itulah kegiatan launching Mangrove Education With Fun atau yang kami populerkan dengan Mangrove Edu Fun terlaksana.
Kegiatan seperti ini dilaksanakan serangkaian mengisi hari libur sekolah.
Ke depannya akan terus dirancang sehingga para generasi muda akan lebih paham arti penting dari lingkungan.
Kedepannya dengan pengenalan sejak dini terhadap pentingnya hutan mangrove dalam pengendalian perubahan iklim, diharapkan mampu menciptakan generasi pemula dan milenial yang lebih tanggap dalam melestarikan hutan mangrove, dekat dengan alam serta memahami dan mengerti usaha-usaha pelestarian alam dan manfaatnya.
"Beruntung sekali kami selama ini didampingi dan dibimbing oleh Balai Taman Nasional Bunaken, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, untuk turut mewujudkannya,” ujar General Manager Grand Luley Manado menutup pembicaraannya. (GJT)
YOUTUBE TRIBUN MANADO
Baca tanpa iklan