Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Industri Keuangan Non-bank (IKNB) dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Sulutgomalut, Ahmad Husain mengatakan, masyarakat harus waspada dan mencermati lebih dulu penawaran investasi.
"Yang jelas ini bukan skema investasi yang benar dan sesuai ketentuan yang diatur oleh OJK," ujar Ahmad, Minggu (7/6/2019).
Ahmad mengatakan, penawaran itu mirip 'money game', dimana uang yang dihimpun dan dibagikan berdasarkan member (peserta) yang direkrut.
"Semakin banyak member semakin besar keuntungan padahal tidak ada produk yg dijual. Ini ciri ciri investasi bodong," ujar Ahmad.
Katanya, model investasi seperti Program Berbagi Berkah seperti ini memang tidak menjadi ranah pengaturan dan pengawasan OJK.
"Karena tidak ada lembaganya yang mengajukan perizinan menghimpun dana masyarakat ke OJK," kata Ahmad.
Humas OJK Sulutgomalut, Mouren Monigir menambahkan, masyarakat harus hati-hati menyikapi tawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil tak wajar.
"Tak ada produk yang ditawarkan, bunga keuntungannya tak wajar, lebih dari 100 persen. Memang cuma Rp 100 ribu tapi berpotensi merugikan," kata Mouren.
Lanjutnya, ada hal yang perlu diberi perhatian oleh masyarakat yakni data-data pribadi nasabah diumbar ke media sosial. Dikhawatirkan itu disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
"Kami lihat di situ diwajibkan menulis nama lengkap, nama bank, nomor rekening dan email. Dengan kecanggihan teknologi bisa mengakses layanan perbankan kita. Misalnya internet banking," ujarnya.
Selain itu, Mouren bilang bisa saja penawaran ini adalah cara lain kelompok teroris untuk menghimpun dana melalui media sosial.
"Lalu di medsos disebar foto seorang anak sakit parah dan harus dioperasi membutuhkan dana dan meminta bantuan dan lewat transfer bank," katanya.
Selain itu, perlu diperhatikan, biasanya 'money game' membawa-bawa nama publik figur, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meyakinkan calon peserta.
"Biasanya akan diawali jaminan pengembalian dan layanan mudah diakses serta ada testimoni, kisah sukses dan embel-embel nama Public figur dan tokoh yang katanya juga ikut program itu," katanya.
OJK memastikan akan tetap mengedukasi masyarakat akan pentingnya sifat kehati-hatian dalam menerima penawaran investasi dengan imbal hasil tak wajar.
Sebelumnya, tengah ramai diperbincangkan terkait 'Program Berbagi Berkah' di berbagai status Facebook hingga dibagikan diberbagai grup Facebook.
(Tribun Manado)
Ikuti berita-berita terbaru di Tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, selebriti, olah raga maupun berita-berita Manado terkini
Baca: KABAR TERBARU NET INVEST, Kejari Kembalikan Uang Rp 5,6 Miliar, Kajari: Cek Saja ke BRI
Baca: PT Manado Akhirnya Putuskan Dua Owner Net Invest Bersalah
Baca: Ini kabar Terbaru Soal Terdakwa Net Invest, Para Korban Pasti Geram!
Jangan lupa subscribe kanal youtube dan fanpage Tribun Manado di bawah ini: