Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Yesaya 1:10-20, Benci Tapi Rindu
Lalu, apakah dengan begitu lantas Allah yg dikenal maha baik itu membuat kita bisa berlaku sewenang-wenang atau seenaknya saja?
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Padahal, jika dicermati secara manusiawi apa yang mereka lakukan itu adalah bentuk ibadah dan kesalehan (memberi persembahan, menghadap Tuhan di Bait Suci, merayakan bulan baru dan sabat, dan mereka berdoa).
Itu semua baik bukan?
Tetapi rupanya Allah tidak sudi menerima semua itu.
Mengapa Allah sangat marah dengan semua itu, sampai bentuk ibadah pun ditolak oleh-Nya?
Apa artinya ini.
Mari kita lihat ayat 16, ada perintah: basuhlah, bersihkanlah, dan jauhkanlah perbuatanmu yang jahat, berhentilah berbuat jahat.
Lalu ayat 17, belajarlah berbuat baik, usahakanlah keadilan (jujur), perjuangkan anak yatim dan janda-janda (simbol orang tak berdaya).
Dalam ayat 16 dan 17 inilah yg memberi gambaran kenapa Allah begitu murka, rupanya umat Israel munafik, tidak sama yang mereka lakukan di altar dengan di pasar, di bait suci dengan di kehidupan sehari-hari.
Di satu sisi mereka kelihatan beribadah tapi sesungguhnya Allah tahu bahwa ibadah mereka tidak tercermin dalam bentuk perilaku mereka.
Tetapi, meskipun Allah sangat murka namun bila umatNya mau datang mendengar dan menurutiNya maka akan diampuni.
Sungguh luar biasa, dosa yg merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju, yang merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba.
Kain kesumba merujuk pada kain yang diberi warna merah menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanaman kesumba, atau juga disebut Bixa orellana.
Tanaman ini menghasilkan pigmen karotenoid yang disebut bixin dan norbixin, yang dapat digunakan untuk mewarnai berbagai produk, termasuk tekstil.
Dalam konteks budaya, warna merah kesumba sering dikaitkan dengan keberanian dan kegagahan.
Ada pengampunan sepenuhnya.
| Renungan Malam Ibrani 12:2, Menatap Yesus, Sumber Kekuatan Kita |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Roma 8:37, Lebih dari Pemenang |
|
|---|
| Renungan Malam Yesaya 22:1-14, Tiada Maaf Bagimu |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan Sabtu 28 Maret 2026, Matius 26:67-68, Wajah yang Tidak Berpindah |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Sabtu 28 Maret 2026, Matius 26:67-68, Tetap Tenang Meski di Titik Terendah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Alkitab-efgergsrt.jpg)