Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Tarkam dan Pembunuhan Makin Marak di Manado, Ini Tanggapan Legislator Nur Amalia

Peristiwa kriminalitas menggunakan senjata tajam kian marak di Manado. Legislator Manado dari PKS Nur Amalia melihat hal tersebut dengan miris. 

|
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Kolase/HO
NUR AMALIA - Anggota DPRD Manado dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj Nur Amalia. Ia memberi tanggapan terkait maraknya tarkam dan pembunuhan di Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa kriminalitas menggunakan senjata tajam (Sajam) kian marak di Manado Sulawesi Utara.

Sebelumnya beberapa kasus pembunuhan terjadi di Kota Manado

Di antaranya kasus penikaman yang menyebabkan Alberto Benedict Joel Tanos alias Joel Tanos (18) meninggal, Senin 4 Agustus 2025. 

Cucu seorang konglomerat itu meninggal ditikam EDS (27) dan AMR (28). Kejadian di Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulut.

Belum sepekan, terjadi lagi pembunuhan di kawasan Terminal Paal Dua, Kelurahan Paal Dua, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado.

Evandra Aldo Karaseran (18) meregang nyawa setelah ditikam pamannya sendiri, RD (21), Minggu (10/8/2025) pagi. Korban adalah sopir angkot. 

Bahkan hari ini Rabu 13 Agustus, polisi dianado menangkap sejumlah pemuda yang terlibat perkelahian menggunakan sajam di Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado.

Terkait kasus pembunuhan dengan sajam Legislator Manado dari PKS Nur Amalia melihat hal tersebut dengan miris. 

"Moment kemerdekaan harus nya bukan diisi dengan perang antar sesama saudara, tapi diisi dengan kegiatan yang positif," ujar dia kepada Tribunmanado via WA, Rabu (13/8/2025).

Ia menilai persoalan kriminalitas juga tanggung jawab pemerintah. 

"Saya pribadi melihat ini hanya seperti diletakan pada Aparat. Padahal ini juga tugas pemerintah," kata dia.

Ia menjelaskan, aparat jelas terbatas.

Sedang pemerintah punya infrastruktur yang luas dan menjangkau masyarakat.

Pemerintah wajib turun langsung menggandeng semua pihak.

"Yang punya warga dan struktur dari kampung itu pemerintah dimulai dari Ketua lingkungan, kelompok PKK, dan ke atas kelurahan serta kecamatan," ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved