Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Minyak Nilam

Harga Terkini Minyak Nilam di Minahasa Sulut, Makin Anjlok Bikin Petani Nyaris Tak Dapat Untung

Jevel Tambuun, petani asal Langowan yang melakukan penyulingan di Tompaso, mengaku hampir tak mendapatkan keuntungan. 

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Petrick Sasauw
ANJLOK - Potret Nilam di Daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Harga minyak nilam terus anjlok 

LANGOWAN, TRIBUNMANADO.CO.ID – Perdagangan minyak nilam di Minahasa, Sulawesi Utara semakin lesu saja.

Harga minyak nilam semakin turun saja hingga kini menyentuk angka Rp 600 ribu per kilogram.

Para petani nyaris tak mendapat keuntungan, jika harga seperti saat ini.

Baca juga: Harga Minyak Nilam Anjlok, Petani Minahasa Sulawesi Utara Sebut Hanya Balik Modal

Jevel Tambuun, petani asal Langowan yang melakukan penyulingan di Tompaso, mengaku hampir tak mendapatkan keuntungan. 

Dari hasil penyulingan 1.000 pohon nilam, ia hanya menghasilkan 5 kilogram minyak nilam

Dengan harga pasar saat ini, total penjualannya hanya Rp 3 juta.

“Bayar penyulingan saja sudah Rp 1,3 juta, belum lagi sewa kendaraan. 

Itu belum termasuk biaya perawatan dan pupuk,” ungkap Jevel, Minggu (10/8/2025).

Ia menuturkan, panen nilam biasanya dilakukan setiap 6 bulan sekali, bahkan ada yang sampai 7–8 bulan. 

Untuk biaya perawatan, termasuk pupuk, obat-obatan, dan pencegahan hama, ia harus mengeluarkan sekitar Rp 1 juta setiap siklus tanam.

Harga bibit nilam juga terbilang tinggi, yakni Rp 600 ribu untuk 1.000 pucuk. 

Namun meski semua dikerjakan sendiri tanpa tenaga kerja tambahan, hasil yang diperoleh tetap hanya sebatas menutup biaya produksi.

“Kalau harga bagus, minimal Rp 1 juta per kilo. Sekarang jatuh sekali,” keluhnya.

Jevel menduga anjloknya harga disebabkan permainan harga dari pengepul maupun pihak penyulingan. 

Ia menyoroti perbedaan harga yang mencolok antara harga di tingkat petani dan harga ekspor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved