Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil

Sosok Hitler Rompas, Pengacara Muda Asal Sulawesi Utara yang Merintis Karier dari Nol

Hitler Willyam Rompas adalah seorang pengacara muda asal Sulawesi Utara. Di usia 34 tahun, ia telah mencatat berbagai pencapaian di dalam kariernya.

Dok. Pribadi Hitler Rompas
SOSOK - Potret Pengacara Hitler Rompas, Juli 2025. Hitler Willyam Rompas adalah seorang pengacara muda asal Sulawesi Utara. Di usia 34 tahun, ia telah mencatat berbagai pencapaian di dalam kariernya. 

Ia sadar, mungkin belum banyak hal besar yang ia lakukan untuk masyarakat secara luas. Tapi lewat profesinya, ia bisa hadir bagi orang-orang kecil yang membutuhkan bantuan hukum. 

Beberapa perkara ketenagakerjaan menjadi contoh nyata. Dalam kasus perselisihan hubungan industrial, Hitler pernah mewakili para pekerja melawan perusahaan tempat mereka bekerja. 

Untuk kasus-kasus ini, ia tidak menerima bayaran sepeser pun. Semuanya ia lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para buruh. 

“Kalau saya bisa kembali ke titik awal, saya akan memilih jalan yang sama. Karena saya begitu mencintai profesi ini,” ucapnya.

Sematkan Nilai Hukum dalam Nama Anak-Anaknya 

Kecintaan Hitler terhadap dunia hukum juga tercermin dari nama keempat anaknya. 

Semuanya mengandung makna mendalam tentang hukum dan keadilan. 

Anak pertamanya diberi nama Justicia Rompas, diambil dari kata Justicia yang berarti keadilan. 

Anak kedua, Lawyeria Rompas, membawa kata Lawyer yang berarti pengacara.  

Anak ketiga, Justice Rompas, juga mengandung arti keadilan. 

Sementara anak keempat, Rechtnata Rompas, mengandung kata Recht, yang dalam bahasa Belanda berarti hukum. 

"Nama-nama mereka saya pilih bukan sekadar indah didengar, tapi juga sebagai pengingat akan nilai-nilai yang saya perjuangkan dalam hidup—hukum, keadilan, dan pengabdian," ujar suami dari Sicilia Watuseke tersebut. 

Prinsip Iman di Balik Perjalanan Karier 

Hitler memegang teguh filosofi hidup yang ia kutip dari Alkitab, Lukas 16:10. 

"Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara besar," bunyi ayat tersebut. 

Bagi Hitler, kesetiaan dan kejujuran dalam hal kecil menjadi dasar utama untuk meraih kepercayaan dan kesuksesan. 

“Makna kesuksesan bagi saya adalah ketika cita-cita bisa tercapai. Itu harus disyukuri. Dan jika masih ada mimpi yang belum terwujud, kita tetap harus berdoa dan berusaha untuk mencapainya,” tutupnya. 

Pesan untuk Mahasiswa Hukum 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved