Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KM Barcelona Alami Musibah

KNKT Periksa Nakhoda KM Barcelona yang Ditahan, Pastikan Berproses

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendatangi Polda Sulut, Jumat 25 Juli 2025 sekira pukul 09.15 wita.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
Dok: Polda Sulut
PERIKSA - Nahkoda kapal KM Barcelona 5A berinisial IB yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Sulut. Saat ini dalam proses pemeriksaan KNKT. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendatangi Polda Sulut, Jumat 25 Juli 2025 sekira pukul 09.15 wita.

Kedatangan tim KNKT untuk memeriksa nahkoda kapal KM Barcelona 5A berinisial IB yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Sulut.

Usai dilakukan pemeriksaan, sekira 12.47 Tim KNKT langsung keluar dan menuju kendaraan.

Mereka tak banyak mengungkapkan hal penting terkait pemeriksaan.

"Mohon maaf ini masih berproses. Kami lanjut agenda lain," ujar Wengke selaku ketua tim investigasi KNKT saat diwawancarai media.

Sekadar diketahui, KNKT adalah sebuah lembaga non-struktural di Indonesia yang bertugas melakukan investigasi independen terhadap kecelakaan transportasi untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa. 

Lembaga ini berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Kronologi Polda Sulut Tetapkan Satu Tersangka Terbakarnya KM Barcelona VA

Sebelumnya, Polda Sulawesi Utara (Sulut) melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) terus melakukan upaya kepolisian termasuk penegakan hukum pasca terbakarnya KM Barcelona V A, yang terjadi di perairan Desa Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, pada Minggu (20/7/2025) siang.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulut, Kombes Pol Eko Wimpiyanto Hardjito, dalam keterangannya, menyampaikan turut berduka cita mendalam atas kejadian tersebut.

“Polda Sulawesi Utara turut berduka cita atas kejadian tersebut. Dan apresiasi kepada para nelayan serta warga masyarakat sekitar lokasi kejadian yang bersama-sama dengan pihak terkait telah membantu evakuasi penumpang,” ujarnya, Selasa (22/7) siang, di Mapolda Sulut.

Terkait kejadian tersebut, pihaknya telah melakukan upaya-upaya kepolisian, yang pertama adalah mengevakuasi para korban dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

“Di sekitar TKP, sampai saat ini masih dilakukan penyisiran dan pemadaman api di kapal tersebut,” kata Kombes Pol Eko.

Lanjutnya, pada Minggu (20/7) malam, dibentuk tim untuk melakukan proses penyidikan.

“Kemudian dilaksanakan gelar perkara dengan turut melibatkan Ditreskrimsus, Ditreskrimum, Itwasda, dan beberapa satuan kerja Polda Sulut lainnya untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya. Maka diterbitkan Laporan Polisi Model A untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” jelas Kombes Pol Eko.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved