Judi Online
Daftar 10 Negara Penyumbang Judi Online Terbesar 2025, Indonesia Tidak Termasuk
Industri judi online global diperkirakan akan mencapai nilai 117,5 miliar dolar AS pada akhir tahun 2025.
6. India
Negara Bollywood ini mencatat rekor baru sebagai salah satu negara dengan omzet judi online terbesar di dunia pada tahun 2025, dengan nilai pasar mencapai 9,9 miliar dolar.
Adapun lonjakan ini dipicu oleh kombinasi dari pertumbuhan pengguna internet, legalisasi parsial perjudian digital, dan budaya taruhan yang mengakar dalam olahraga.
Imbasnya ledakan judi daring di India juga menimbulkan tantangan besar. Maraknya operator ilegal, penipuan digital, serta kasus kecanduan di kalangan remaja menjadi sorotan.
7. Brasil
Selanjutnya ada Brasil yang menjadi negara dengan omzet judi online terbesar di dunia pada tahun 2025, mencatatkan nilai transaksi mencapai 8,6 miliar dolar.
Capaian ini menandai lonjakan pertumbuhan tercepat di kawasan Amerika Latin, menyusul regulasi besar-besaran yang dilakukan pemerintah Brasil sejak 2023.
Data ini dirilis oleh Statista, H2 Gambling Capital, dan laporan lokal dari Ministério da Fazenda Brasil (Kementerian Keuangan), yang menyebut bahwa legalisasi dan transformasi digital telah menjadi pendorong utama industri ini.
Brasil telah menjelma menjadi kekuatan besar dalam industri judi online dunia, berkat kombinasi antara legalisasi cerdas, budaya taruhan kuat, dan adopsi teknologi cepat.
Posisi strategis ini diperkirakan akan semakin menguat hingga 2030, menjadikan Brasil sebagai jantung industri iGaming di Amerika Selatan.
8. Filipina
Filipina mencatatkan posisi strategis sebagai salah satu negara dengan omzet judi online terbesar di dunia tahun 2025, dengan total transaksi mencapai 7,4 miliar dolar.
Angka ini menempatkan Filipina di posisi ke-8 secara global dan nomor satu di kawasan Asia Tenggara, menurut laporan terbaru dari Statista, H2 Gambling Capital, dan data regulator nasional PAGCOR (Philippine Amusement and Gaming Corporation).
Dengan kombinasi antara regulasi yang matang, kemudahan lisensi, dan infrastruktur digital yang kuat, Filipina menjelma sebagai pusat global iGaming yang melayani pasar Asia dan dunia.
Tahun 2025 menjadi penanda bahwa Filipina bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen utama judi online global, bersaing dengan Inggris dan Amerika Serikat dengan menawarkan legalitas, biaya rendah, dan tenaga kerja murah.
9. Eropa
Kawasan Eropa menegaskan dominasinya sebagai pasar terbesar untuk industri judi online global dengan total omzet mencapai 55 miliar dolar pada tahun 2025.
Laporan menyebut bahwa kontribusi terbesar berasal dari Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Spanyol, yang secara kolektif menyumbang lebih dari 75 persen dari total omzet Eropa.
Salah satu alasan utama mengapa Eropa menjadi pemimpin pasar judi online adalah kerangka hukum yang mapan dan terbuka terhadap inovasi digital.
Sejak awal 2010-an, berbagai negara di Eropa Barat telah melegalkan dan mengatur secara ketat berbagai bentuk perjudian daring.
Selain itu Eropa unggul dalam adopsi teknologi tinggi, keamanan data, dan integrasi pembayaran digital, alasan itu yang membuat judi online menjamur di Eropa.
10. Asia Pasifik
Di posisi terakhir ada Asia Pasifik dengan total pendapatan diperkirakan mencapai 38,6 miliar dolar.
Angka tersebut mewakili hampir 32 persen dari total industri judi online global, yang secara keseluruhan diproyeksikan bernilai 117,5 miliar dolar pada akhir 2025.
Dengan populasi gabungan lebih dari 4,5 miliar jiwa, wilayah Asia Pasifik menjadi pasar pengguna potensial terbesar di dunia.
Di negara-negara seperti India, Indonesia, dan Filipina, peningkatan konektivitas internet dan adopsi smartphone mendorong lonjakan pengguna platform judi daring.
Lebih lanjut faktor lain yang mendukung yakni pertumbuhan olahraga digital dan turnamen eSports, khususnya di Korea Selatan, Jepang, dan China, yang pada akhirnya memicu meningkatnya taruhan berbasis digital.
Meskipun pasar judi online berkembang pesat, tidak semua negara di Asia Pasifik melegalkannya.
Di banyak wilayah, termasuk Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh, praktik judi online dilarang, namun tetap menjamur lewat situs-situs ilegal dan server luar negeri.
Posisi Indonesia
Sejauh ini Indonesia tidak terdaftar dalam 10 besar negara dengan omzet judi online terbesar di dunia pada 2025.
Kajian H2 Gambling Capital estimasi menunjukkan Indonesia mengalami peningkatan transaksi perjudian daring sebesar 76 persen dibanding tahun 2021, yang sebelumnya tercatat hanya sekitar 5,3 miliar dolar AS.
Sementara laporan ASEAN Digital Economy Report 2025, mencatat Indonesia di urutan ketiga kawasan setelah Filipina (dengan industri yang legal) dan Thailand (sedang menuju regulasi terbatas).
Untuk menekan lonjakan judi online, Pemerintah menyatakan telah memblokir lebih dari 2 juta situs judi online ilegal dan membekukan ribuan rekening bank terkait judi digital hingga pertengahan 2025
(Tribunnews.com / Namira)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Identitas 22 Pelaku Judi Online Jaringan Cina dan Kamboja di Indonesia, Mulai Admin Hingga Operator |
|
|---|
| Daftar 9 Tersangka Judi Online yang Berhasil Ditangkap Bareskrim Polri, Jaringan Internasional |
|
|---|
| Kronologi Dua Pelaku Judi Online di Manado Sulawesi Utara Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Terungkap Sosok yang Beri Informasi Benny Rhamdani Soal T Pengendali Judi Online, Sudah Meninggal |
|
|---|
| Benny Rhamdani akan Minta Maaf ke Publik, Bareskrim Polri: Tak Punya Bukti Sosok T Pengendali Judol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Budi-Arie-Setiadi-mengatakan-bahwa-akan-ada-langkah-dramatis-yang-dilakukan-pemerintah.jpg)