Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sejarah Kota Manado, Catatan Spanyol, Portugis dan Belanda Menyebut Nama Loloda Mokoagow

Saat ini, Manado yang berjuluk Kota Tinutuan dikenal sebagai kota pesisir yang ramah, multikultural, dan menjadi pintu gerbang utara Indonesia. 

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
META AI
ILUSTRASI - Ilustrasi Kota Manado pada tahun 1563 masehi. Gambar ilustrasi ini dibaut oleh Meta AI, pada Jumat 11 Juli 2025. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, merayakan ulang tahun ke-402

Saat ini, Manado yang berjuluk Kota Tinutuan dikenal sebagai kota pesisir yang ramah, multikultural, dan menjadi pintu gerbang utara Indonesia. 

Manado sejatinya telah dikenal sejak zaman kolonial. 

Tercatat ada beberapa bangsa Eropa yang sempat menancapkan hegemoni dan pengaruhnya di kota ini.

Spanyol dan Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang menginjakkan kakinya di Manado.

Lalu kemudian Belanda, yang berkuasa hingga kemerdekaan Republik Indonesia. 

Nama Manado di Peta Dunia

Bangsa Eropa pertama yang mencatat keberadaan Manado adalah Portugis dan Spanyol.

Pada 1563, utusan Portugis Peter Diego de Magelhaes datang dari Ternate ke Manado.

Ia disambut oleh penguasa Manado bersama Raja Siau Posuma dan 1.500 orang rakyat.

Saat itu, Manado telah menjadi pusat interaksi penting antara kerajaan lokal dan bangsa asing.

Catatan Spanyol tahun 1644 menyebut bahwa Manado berada di bawah kekuasaan Raja Tadohe, anak dari Raja Mokodompit yang berasal dari Dinasti Bolaang.

Ia merupakan seorang Katolik dengan nama baptis Dom Fernando, seperti yang dilaporkan Frater Andre Lopes dalam laporan resminya ke Roma:

''De Tarnate a Manados so 30 legoas por mar. O rey h christo, chama-sse Dom Fernando'' terjemahan bebasnya; Dari Ternate ke Manado itu adalah 30 legoas melalui laut (115 mil), Rajanya seorang Kristen yang dikenal sebagai Dom Fernando''.

Kekuasaan kemudian dilanjutkan oleh putranya, Loloda Mokoagow, atau yang oleh Spanyol dikenal sebagai El Moco. 

Seorang putra mahkota Manado-Bolaang yang menempuh pendidikan Spanyol di Ternate bersama Pangeran Siau.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved