Sejarah
Sejarah Kota Manado, Catatan Spanyol, Portugis dan Belanda Menyebut Nama Loloda Mokoagow
Saat ini, Manado yang berjuluk Kota Tinutuan dikenal sebagai kota pesisir yang ramah, multikultural, dan menjadi pintu gerbang utara Indonesia.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, merayakan ulang tahun ke-402
Saat ini, Manado yang berjuluk Kota Tinutuan dikenal sebagai kota pesisir yang ramah, multikultural, dan menjadi pintu gerbang utara Indonesia.
Manado sejatinya telah dikenal sejak zaman kolonial.
Tercatat ada beberapa bangsa Eropa yang sempat menancapkan hegemoni dan pengaruhnya di kota ini.
Spanyol dan Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang menginjakkan kakinya di Manado.
Lalu kemudian Belanda, yang berkuasa hingga kemerdekaan Republik Indonesia.
Nama Manado di Peta Dunia
Bangsa Eropa pertama yang mencatat keberadaan Manado adalah Portugis dan Spanyol.
Pada 1563, utusan Portugis Peter Diego de Magelhaes datang dari Ternate ke Manado.
Ia disambut oleh penguasa Manado bersama Raja Siau Posuma dan 1.500 orang rakyat.
Saat itu, Manado telah menjadi pusat interaksi penting antara kerajaan lokal dan bangsa asing.
Catatan Spanyol tahun 1644 menyebut bahwa Manado berada di bawah kekuasaan Raja Tadohe, anak dari Raja Mokodompit yang berasal dari Dinasti Bolaang.
Ia merupakan seorang Katolik dengan nama baptis Dom Fernando, seperti yang dilaporkan Frater Andre Lopes dalam laporan resminya ke Roma:
''De Tarnate a Manados so 30 legoas por mar. O rey h christo, chama-sse Dom Fernando'' terjemahan bebasnya; Dari Ternate ke Manado itu adalah 30 legoas melalui laut (115 mil), Rajanya seorang Kristen yang dikenal sebagai Dom Fernando''.
Kekuasaan kemudian dilanjutkan oleh putranya, Loloda Mokoagow, atau yang oleh Spanyol dikenal sebagai El Moco.
Seorang putra mahkota Manado-Bolaang yang menempuh pendidikan Spanyol di Ternate bersama Pangeran Siau.
| Penulis Asal Sulawesi Utara Ini Yakin, Minahasa Keturunan Dinasti Han Tiongkok |
|
|---|
| Kisah Supriyadi, Menhan & Panglima Tentara RI Pertama yang Tak Pernah Muncul, Pejuang PETA di Blitar |
|
|---|
| Sejarah Hari Lahir TNI 5 Oktober 1945: Berawal dari Badan Keamanan Rakyat yang Dibentuk PPKI |
|
|---|
| Kisah Samurai Legendaris Inspirasi Karakter Rurouni Kenshin, Disingkirkan Pemerintah yang Ia Bela |
|
|---|
| Perdebatan Jumlah Korban Jiwa Tragedi Kemanusiaan Pasca-G30S 1965 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Ilustrasi-Kota-Manado-pada-tahun-1563-masehi90.jpg)