Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tahun Baru Islam

Inilah Amalan dan Doa yang Dianjurkan Dibaca Umat Islam di Bulan Muharram

Bulan Muharram dipercaya memiliki keistimewaan luar biasa. Berikut keistimewaan bulan Muharram.

Editor: Indry Panigoro
Meta AI WhatsApp
MUHARRAM: Ilustrasi umat Islam melakukan amalan di bulan Muharram 2025, foto hasil buatan Meta Ai WhatsApp, Selasa 24 Juni 2025. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tidak lama lagi Umat Islam menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah.

Tahun baru dalam kalender Hijriah atau penanggalan Islam akan segera tiba.

Tahun Baru Islam atau 1 Muharam 1447 H tahun ini jatuh pada Jumat 27 Juni 2025.

Dalam kalender Hijriyah, bulan pertama adalah Muharram.

Bulan Muharram dipercaya memiliki keistimewaan luar biasa. Berikut keistimewaan bulan Muharram.

Pertama, Bulan Muharram adalah salah satu bulan Asyhurul Haram (bulan haram) yang dimuliakan Allah Swt, sebagaimana firmanNya dalam surah At-Taubah ayat 36 sebagai berikut,

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)..." (surah At-Taubah [9] ayat 36)

Para ulama sepat bahwa empat bulan mulia tersebut di antaranya Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Salah satu bentuk kemuliaan bulan-bulan ini adalah kaum muslimin kala itu dilarang berperang kecuali terpaksa, karena ada serangan dari orang kafir.

Kedua, Bulan Muharram adalah bulan Allah swt, pada bulan ini umat muslim dianjurkan banyak berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)

Ketiga, keutamaan puasa bulan Muharram khususnya pada Hari Asyura 10 Muharram dapat meleburkan dosa selama setahun yang lalu. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah, “Sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim). 

Lantas 1 Muharram 1446 H/2024 M jatuh tanggal berapa?

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H/2024 M atau Tahun Baru Hijriah  jatuh pada tanggal 7 Juli 2024. Pemerintah Indonesia telah menetapkan peringatan Tahun Baru Islam 1446 H sebagai hari libur nasional.

Salah satu amalan yang dianjurkan ulama untuk menyambut Tahun baru Islam 1446 H adalah memanjatkan doa awal tahun dan doa akhir tahun sebagai berikut, dikutip dari laman NU:

Doa Akhir Tahun 1446 H

Doa akhir tahun dibaca pada malam terakhir Bulan Dzulhijjah (26 Juni 2025) paling lambat sebelum waktu Maghrib.

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm

Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa Awal Tahun 1447 H

Doa awal tahun dibaca pada waktu menyambut bulan Muharram yaitu waktu Sholat Maghrib (27 Juni 2025) sebanyak 3 kali.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id 

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved