Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Keluaran 2:11-24, Kalau Ada Kesabaran

Setelah emosi reda, keadaan telah menjadi berantakan, hancur lebur, menyesal kemudian selalu tak ada gunanya.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Pexels
ALKITAB: Ilustrasi Alkitab. Bacaan Alkitab kali ini diambil dalam Keluaran 2:11-24 

” Allah yang panjang sabar tidak berhenti membentuk Musa, sampai ia dipanggil menjadi pemimpin Israel.

Ketika dia sudah menjadi pemimpin Israel, area ini (kesabarannya) terus diuji.

Ingat saja bagaimana responsnya dalam beberapa catatan Alkitab (Keluaran 32:19; Bilangan 20:12).

Pernahkah kita mengatakan yang sama?

Umumnya manusia, termasuk kita orang Kristen, bahkan sebagai hamba Tuhan pun, tidak luput dari fakta ini.

Kematangan emosi memang sangat membutuhkan perhatian.

Terkait kemarahan Musa, seorang penulis berkata: “Marah adalah sifat yang wajar dan manusiawi, namun menjadi tak wajar jika amarah tersebut menang dan mengambil alih diri kita.

Alih-alih menyelesaikan masalah, amarah yang berlebihan, akan membawa kepada muara masalah baru.

Bagi Musa, ketidakmampuannya mengendalikan amarah, membuatnya tak lagi dapat memasuki tanah perjanjian.

”Bagi kita sekarang tentu saja perlu merenungkan ulang apa yang sering memicu kita kurang sabar.

Paulus si kolerik, sulit bersabar, namun dia meminta kuasa Roh Kudus (Galatia 5:22), sehingga ia sanggup mendorong jemaat belajar bersabar (Roma 12:12).

Tidak ada hari di mana dunia tidak memancing kesabaran kita, tetapi haruskah kita terpancing?

Kita boleh berkata dalam diri kita: “Kalau saya sabar, maka pasti banyak berkat yang akan saya alami.”

Inspirasi: Exodus, fakta sejarah bagi Israel keluar dari Mesir.

Exodus bagi kita adalah keluar dari ketidaksabaran, amarah, emosi yang tidak terkendali. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved