Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Kejadian 29:31-35, di Balik Wajah Sederhana
Yakub menikahi Lea dan Rahel serta kedua budaknya. Dari pernikahannya lahirlah 12 anak lelaki yang menjadi nama suku Israel.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bacaan Alkitab kali ini diambil dalam Kejadian 29:31-35.
Sementara renungannya berjudul di balik wajah pas-pasan?
Renungan harian disusun oleh Rini Djatikoesoemo dalam buku Moment of Inspiration.
Baca juga: Bacaan Alkitab Hari Ini, Mazmur 60:14 TB: Tuhan yang Bela
“Mengandung pulalah ia (Lea), lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata:
"Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu
Yehuda.” (Kejadian 29:35a)
Cantik itu relatif. Banyak seminar menekankan kecantikan dari dalam hati “Inner beauty”
kecantikan dari faktor psikologis (kepribadian, kesopanan, kesabaran, kecerdasan, empati,
integritas, pengelolaan emosi, rasa percaya diri yang kuat, dan lain-lain).
Bagi Mahatma Gandhi kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan hati, bukan wajah.
Lea cantik di mata Tuhan. Yakub menikahi Lea dan Rahel serta kedua budaknya. Dari
pernikahannya lahirlah 12 anak lelaki yang menjadi nama suku Israel.
Lea adalah istri pertama yang tidak dicintai Yakub, tetapi kandungannya dibuka Tuhan (ay 31).
Dalam keterbatasan informasi Alkitab tentang Lea, setidaknya kita tahu bahwa setelah menjadi
istri Yakub dia mengenal dan menyembah TUHAN, Allah sembahan Yakub, Ishak, dan
Abraham.
Pada kelahiran 3 putranya Lea bersyukur pada TUHAN (ay 32, 33, 35).
Saat keluarga Yakub meninggalkan Laban, Lea tidak lagi membawa berhala/terafim seperti
Rahel yang mencurinya dari pak Laban.
Dalam masa tua Yakub, ternyata Lea dimakamkan di kompleks makam gua Makhpela bersama Abraham, Sara, Ishak dan Ribka.
Nantinya Yakub juga meminta pada Yusuf untuk dimakamkan di situ. Yang jelas melalui rahim Lea lahir
Yehuda yang menjadi suku terbesar Israel kuno dan bagian besar bangsa Yahudi sekarang.
Garis keturunan raja Daud hingga Yesus Kristus berawal darinya.
Belajar dari Lea, kita harus sadar bahwa hidup bersama Tuhan tidak selalu mendapatkan
yang kita inginkan atau butuhkan sesuai pemikiran dan wawasan kita yang terbatas.
Bagian kita adalah tetap bersyukur, bersukacita dan berpengharapan seperti Ibu Lea.
Apa saja yang tidak kita inginkan selama ini, baik dalam keluarga, karier, kehidupan sosial
kemasyarakatan, kebangsaan dan ketatanegaraan, percayalah bahwa rancangan-Nya pasti
yang terbaik.
Mari meneladani sikap Lea, terus berjalan bersama Tuhan yang penuh kasih.
| Bacaan Alkitab 1 Samuel 17: 31 - 37, Optimis |
|
|---|
| Bacaan Alkitab 1 Korintus 13:13, Kasih, Landasan Segala Sesuatu |
|
|---|
| Bacaan Alkitab Ulangan 4:1, Renungan: Dengar dan Lakukan Firman Tuhan |
|
|---|
| Bacaan Alkitab Kisah Para Rasul 14:8–28, Hati Dipenuhi Sukacita |
|
|---|
| Bacaan Alkitab Markus 10:35-45, Renungan: Kemuliaan dalam Keilahian Kristus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-alkitab-1212121.jpg)