Breaking News
Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Kaum Ibu Kristen -  Wahyu 20:1-6

Renungan ibadah Kaum Ibu Kristen. Pembacaan alkitab terdapat pada Wahyu 20:1-6.

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
RENUNGAN - Wanita Kaum Ibu Kristen. Pembacaan alkitab terdapa pada Wahyu 20:1-6. 

Kata berbahagialah diterjemahkan dari kata Yunani makarios yang berarti blessed (diberkati), happy (berbahagia), lucky (beruntung).

Sementara kata kudus diterjemahkan dari kata hagios yang berarti holy (kudus, suci), pure (murni), consecrated to God (dikuduskan bagi Allah).

Artinya mereka berbahagia, diberkati, dikuduskan bagi Tuhan Allah. Penglihatan ini menyatakan suatu pembaruan total 
dalam kehidupan orang-orang yang tetap taat dan setia kepada Allah.

Mereka hidup kembali atau dibangkitkan. Kata Yunani ezesan: be alive [hidup, menjadi hidup]; resurrected life for the body and eternal life for the soul [kehidupan yang dibangkitkan untuk tubuh dan kehidupan kekal bagi jiwa]. 

Mereka tidak lagi menderita, sengsara dan ditindas oleh kuasa-kuasa dunia, tetapi akan diberi kuasa untuk menghakimi dan memerintah bersama Kristus. 

Kematian yang kedua terjadi pada saat penghakiman (baca Why 20:11-15), ketika semua yang berdosa dilemparkan ke dalam lautan api (Yun. ten limnen tou puros).

Kematian yang kedua ini tidak berkuasa atas orang-orang yang tetap taat dan setia. Artinya mereka tidak akan binasa melainkan mendapatkan kehidupan kekal bersama dengan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus.

Itulah sebabnya mereka disebut berbahagia dan kudus. Upah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan Allah adalah kebangkitan dan hidup kekal bersama dengan Yesus Kristus. 

Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus, 

Kebahagiaan sebagai orang Kristen yang taat dan setia berbeda dengan kebahagiaan yang ditawarkan dan dicari orang di 
dunia.

Sebab kebahagiaan di sini tidak diukur dengan uang, harta, jabatan, status sosial, popularitas, dan sebagainya.

Kebahagiaan yang disebut di dalam bacaan kita adalah kehidupan kekal yang diberkati dan dikhususkan bagi Tuhan Allah.

Kebahagiaan yang ditawarkan dunia ini seringkali bersifat semu, tidak kekal, dan tak jarang memutuskan relasi kita dengan sesama dan Tuhan Allah. 

Sedangkan kebahagiaan yang disediakan Tuhan Allah bagi mereka yang tetap taat dan setia adalah kebahagiaan yang sejati. 

Bacaan ini mengajak kita untuk pertama, menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa kuasa jahat tidak berkuasa lagi 
di dalam kehidupan kita, melainkan kuasa Tuhan Allah yang memelihara kehidupan.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved