Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tomohon Sulawesi Utara

Operasi Anti Premanisme Selama 19 Hari, Polisi di Tomohon Tangkap 16 Tersangka

Polres Tomohon menangkap 16 tersangka dalam operasi penindakan premanisme yang digelar sejak 1 Mei 2025 lalu. 

Petrick/Tribun Manado
KASUS - Potret Polres Kota Tomohon, Sulawesi Utara beberapa pekan lalu. Polres Tomohon menangkap 16 tersangka dalam operasi penindakan premanisme yang digelar sejak 1 Mei 2025 lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Polres Tomohon menangkap 16 tersangka dalam operasi penindakan premanisme yang digelar sejak 1 Mei 2025 lalu. 

Operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan jalanan yang dianggap meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu iklim investasi di daerah.

Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis menyatakan operasi ini merupakan bagian dari strategi nasional yang dijalankan serentak oleh Polri di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini bukan operasi biasa. Ini langkah nyata untuk menjamin keamanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil,” ujar Kapolres, Senin (19/5/2025).

Operasi ini menekankan pentingnya pemberantasan premanisme sebagai upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Berbagai jenis tindak kriminal berhasil diungkap.

Mulai dari pemerasan, pungutan liar, penganiayaan, pengancaman, intimidasi, hingga peredaran minuman keras ilegal dan penjualan obat keras tanpa resep.

Salah satu kasus menonjol dalam rangkaian operasi ini adalah pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan. 

Dalam waktu kurang dari 72 jam, Tim Resmob Polres Tomohon yang dipimpin Iptu Stefi Sumolang berhasil meringkus dua terduga pelaku di Tondano Timur.

Salah satu pelaku bahkan sempat mencoba melarikan diri, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur saat penangkapan berlangsung.

Kata Kapolres, premanisme dalam bentuk apa pun yang mengganggu ketertiban masyarakat dan iklim usaha akan ditindak tegas. Ini adalah bentuk kepastian hukum.

Dia menambahkan operasi ini tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian, melainkan juga melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi pengamanan wilayah.

Menurut Kapolres, Polres Tomohon akan terus melanjutkan operasi ini tanpa kompromi terhadap pelaku kriminal, seberapa pun kecil skala kejahatannya.

“Kami tidak akan beri ruang bagi premanisme. Ini komitmen kami untuk menciptakan Tomohon yang aman bagi masyarakat dan ramah bagi investor,” katanya.

Polres Tomohon memastikan bahwa operasi ini bersifat berkelanjutan dan akan menjadi bagian dari upaya preventif serta represif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. (Pet)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved