Sulawesi Utara
RS Dr JH Awaloei dan BPJS Kesehatan Perkuat Kolaborasi untuk Layanan JKN Berkualitas di Minahasa
Rumah Sakit Dr. J.H Awaloei terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan dalam mendukung program JKN.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID – Rumah Sakit Dr. J.H Awaloei terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, efektif, dan berkesinambungan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Direktur RS Dr. J.H. Awaloei, dr. Frangky Kambey, bersama Kepala Bagian Manfaat Penjaminan dan Utilitas BPJS Kesehatan Cabang Tondano, dr. Aldwyn Zeinhard Napitupulu, dalam Podcast Tribun Manado, Sulawesi Utara, Jumat (2/5/2025).
RS Dr. J.H. Awaloei, yang dikelola oleh PT Sukses Medika Metrologi, mulai beroperasi sejak Juni 2020 dengan dua lokasi utama yakni di Tateli dan Dendengan, Kota Manado.
Rumah sakit ini merupakan RS tipe B dengan berbagai layanan spesialistik dan penunjang medis.
Menurut dr. Frangky, kemitraan dengan BPJS Kesehatan sudah dimulai sejak masa pandemi, ketika pembiayaan pasien COVID-19 difasilitasi melalui program JKN.
“Sejak awal operasional, sekitar 90 persen pasien kami adalah peserta BPJS Kesehatan. Itu menunjukkan betapa besar dampak JKN terhadap kelangsungan pelayanan rumah sakit,” ujar dr. Frangky.
Sementara itu, dr. Aldwyn menyampaikan bahwa RS Dr. J.H. Awaloei merupakan salah satu dari 22 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan Cabang Tondano, dari total 25 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) di wilayah tersebut.
Ia menilai kolaborasi yang terjalin sejak 2021 terus menunjukkan peningkatan dari sisi mutu dan volume layanan.
“Rumah sakit ini sudah naik kelas menjadi tipe B pada 2025, dan terus berbenah dalam aspek pelayanan maupun digitalisasi,” jelasnya.
Terkait kendali mutu dan biaya, kedua pihak sepakat bahwa keberhasilan kerja sama sangat bergantung pada komitmen bersama yang tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS).
Menurut dr. Frangky, pelayanan harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien, serta sesuai standar nasional dan internasional.
“Kami berusaha memberikan layanan yang aman dan efektif. Tujuan akhirnya adalah kepuasan pasien,” tegasnya.
dr. Aldwyn menambahkan bahwa dalam kerja sama, BPJS Kesehatan menetapkan indikator kepatuhan, mutu, dan biaya yang harus dipenuhi oleh mitra fasilitas kesehatan.
Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi, termasuk integrasi sistem rumah sakit dengan aplikasi Mobile JKN.
29 Warga Korban Lakalantas dan Amputasi akan Terima Kaki Palsu Gratis dari Ditlantas Polda Sulut |
![]() |
---|
Kusriadin Terpilih Jadi Ketua Asperindo Sulawesi Utara, Bakal Atur Tarif yang Berpihak ke Konsumen |
![]() |
---|
Sosok dr Truly Kerap: Dokter, Jurnalis, hingga Kini Diangkat Jadi Ketua KPID Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Daftar Peristiwa di Sulut: Penemuan Perahu Nelayan, Perkembangan Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM |
![]() |
---|
Operasional KM Barcelona Dibatasi, Warga Talaud Mengeluh, Aktivitas dan Roda Ekonomi Makin Lambat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.