Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem di Manado

Cuaca Ekstrem dan Alat Tradisional Hambat Aktivitas Nelayan di Manado: Harap Dapat Bantuan Mesin

Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dalam beberapa hari terakhir semakin menyulitkan kehidupan para nelayan.

Tribun Manado/Petrick Sasauw 
CUACA EKSTREM MANADO: Potret perahu nelayan di area bibir Pantai Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (24/4/2025). Lukman Lungkang, salah satu nelayan Malalayang, mengatakan bahwa sejak beberapa hari lalu dirinya bersama nelayan lain tak melaut akibat cuaca ekstrem. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dalam beberapa hari terakhir semakin menyulitkan kehidupan para nelayan.

Tak hanya gelombang tinggi yang mengancam keselamatan, sebagian nelayan juga masih bergantung pada alat tangkap tradisional yang kurang memadai.

Lukman Lungkang, salah satu nelayan di Malalayang Manado mengungkapkan, selain faktor cuaca, keterbatasan alat menjadi tantangan besar bagi mereka.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Perairan Manado Sulut, Nelayan Tak Berani Melaut, Ada yang Berternak Ayam

“Kami masih pakai penggayung untuk gerakan perahu, jadi lama sekali sampai ke lokasi tangkap.

Kadang waktunya sudah habis sebelum sempat melaut,” ujarnya, Kamis (24/4/2025).

Cuaca yang cepat berubah juga membuat nelayan tak bisa melaut terlalu jauh.

Akibatnya, pendapatan pun berkurang drastis.

Untuk bertahan hidup, sebagian nelayan mencari pekerjaan tambahan, seperti beternak ayam.

“Kalau uang sudah habis, ya kami jual ayam,” kata Lukman.

Ia juga berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya bantuan mesin perahu agar aktivitas melaut bisa lebih efektif dan aman.

“Kami ingin sekali ada bantuan mesin.

Kami juga punya niat ajukan proposal, tapi tidak tahu caranya.

Semoga ada respons dari pihak terkait,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, gelombang setinggi 1 hingga 2 meter terus menghantam bibir pantai. 

Sejumlah perahu nelayan tampak terparkir di darat, tidak adanya aktivitas melaut hari ini.

Mereka berharap Pemerintah setempat dapat membantu para nelayan yang terdampak. 

Baik melalui bantuan peralatan maupun pendampingan administrasi pengajuan proposal.

(TribunManado.co.id/Pet)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved