Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

3 Daerah di Sulawesi Utara Memiliki Jalan Rusak Parah Terpanjang

jalan rusak parah terpanjang ada di Kabupaten Boltim. Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolmong.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/Tribun Manado/Nielton Durado/Sujarpin Dondo
(Foto Kanan) NYARIS PUTUS - Jalan Rusak di Jalur Atoga di Kabupaten Boltim yang nyaris putus. Foto Jumat 18 April 2025.(Foto Kiri) TIMBUN JALAN - Komunitas Sopir dan warga yang gotong royong melakukan penimbunan jalan berlubang di Desa Konarom dan Dumoga Empat Bolmong Sulut Foto Senin 21 April 2025. 

"Anggarannya sekitar Rp1 milyar dan kami akan segera melakukan perbaikan," kata dia.

Sementara Minahasa Utara yang menjadi wilayah terdekat dengan Kota Manado juga memiliki banyak jalan rusak berat. Bahkan jalur utama Trans Manado-Bitung yang melintasi Jalan Soekarno dan SBY sering memakan korban karena jalan rusak.

Seperti di Desa Tontalete, Kauditan. Jalan nasional ini sering memakan korban lakalantas. Lubang besar pada jalur kiri dan kanan menjadi jebakan pengendara yang tidak ekstrahati-hati. Apalagi tidak ada penerang jalan saat malam.

Menurut warga sekitar, banyak kejadian lakalantas karena jalan yang rusak berlubang. "Pernah dalam sehari ada lima kecelakaan di jalan berlubang," kata Ridwan Dako (57).

Menurut Ridwan, lakalantas di titik jalan rusak itu terjadi saat pagi, siang, sore dan malam. Terakhir pada Rabu (16/4) malam yang mengorbankan pengendara sepeda motor.

"Paling banyak motor. Kebanyakan siang hari. Kalau kendaran yang masuk lubang terjadi dari pagi hingga malam hari," terangnya.

Jalan rusak berat juga ada di sekitar Zero Point Minut. Banyak warga mengeluhkan kondisi di jalan tersebut. Beberapa titik lubang besar.

Kepala Dinas PUPR Minut Alfons Jorry Tintingon menjelaskan, penanganan perbaikan terhadap jalan provinsi di Zero Point Minut akan menggunakan anggaran dari Pemprov Sulut dan Pemkab Minut.

"Kami menyiapkan anggaran Rp800 juta yang bersumber dari APBD Perubahan 2025," kata Alfons, Jumat (18/4).

Di Kabupaten Minahasa, Pemkab Minahasa berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk memperbaiki jalan rusak di Bulotoan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Minahasa Arody Tangkere mengatakan, tim dari BPJN Sulut langsung turun meninjau lokasi dan menjanjikan perbaikan segera. Terutama pada bagian gorong-gorong yang rusak.

"Mereka berjanji akan segera memperbaiki gorong-gorong, karena jalan ini merupakan jalan nasional dan menjadi akses yang sangat ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat liburan karena banyak spot-spot wisata pantai," terangnya.

Pemerintah daerah berharap penanganan cepat ini bisa mengantisipasi potensi kecelakaan dan memastikan kelancaran arus transportasi.

Di Kota Kotamobagu, warga yang kesal karena jalannya rusak dan tak kunjung diperbaiki, memasang penanda di titik jalan rusak. Seperti di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara, warga meletakkan ban bekas mobil sebagai penanda pada jalan rusak sepanjang 500 meter itu.

Upink Dadu, warga setempat, mengatakan, pada 2023 warga sempat menanam pohon pisang sebagai wujud protes jalan tak diperbaiki. "Jadi bukan baru sekarang. Sudah lama diprotes, tapi belum ada perbaikan," tegasnya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved