Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kapan dan Kagaimana Paus Fransiskus Meninggal? Sekilas Hari-hari Terakhir Paus

Paus Fransiskus wafat pada Senin Paskah di usia 88 tahun. Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam, saya harus mengumumkan kematian.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Reuters
PASKAH - Paus Fransiskus bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Minggu Paskah di Vatikan. Paus Fransiskus wafat pada Senin Paskah di usia 88 tahun. Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam, saya harus mengumumkan kematian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Vatikan - Paus Fransiskus wafat pada Senin Paskah di usia 88 tahun.

“Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam, saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus,” Kardinal Kevin Farrell mengumumkan pada hari Senin.

“Pukul 7:35 pagi ini [05:35 GMT], Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk pelayanan kepada Tuhan dan Gereja-Nya,” katanya dikutip Al Jazeera.

Inilah yang kita ketahui tentang kematian Paus Argentina, yang pertama dalam sejarah dari Amerika Latin, yang memimpin Gereja Katolik selama lebih dari 12 tahun.

Bagaimana Paus Meninggal?

Paus Fransiskus meninggal karena stroke yang diikuti koma dan gagal jantung pada Senin pagi, kata kantor pers Vatikan dalam sebuah pernyataan.

Paus juga menderita "episode sebelumnya dari kegagalan pernapasan akut", hipertensi arteri dan diabetes tipe II, kata pernyataan itu.

Farrell membuat pengumuman tersebut pada pukul 9:47 pagi (07:47 GMT), sekitar dua jam setelah Fransiskus meninggal. Farrell berbicara dari Domus Santa Marta, apartemen di tanah Vatikan tempat Fransiskus tinggal dan tempat ia kembali untuk memulihkan diri setelah dirawat di rumah sakit karena pneumonia ganda pada bulan Februari.

Dalam beberapa minggu mendatang, Farrell akan memainkan peran penting, mengawasi administrasi Tahta Suci hingga seorang paus baru dipilih.

Apa Masalah Kesehatan Paus Fransiskus?

Paus dirawat di rumah sakit selama lima minggu pada bulan Februari-Maret, awalnya menderita gangguan pernapasan parah akibat infeksi virus dan bakteri. Ia sering berjuang melawan bronkitis selama musim dingin.

Ia kemudian didiagnosis menderita infeksi polimikroba, yang berkembang menjadi pneumonia di kedua paru-parunya. Francis hampir meninggal saat dirawat di rumah sakit, menurut tim medisnya.

Ia juga dirawat karena serangan asma pernapasan, gagal ginjal tahap awal, dan kejang bronkial yang menyebabkannya mengeluarkan muntahan setelah batuk parah.

Ia menerima ventilasi mekanis non-invasif pada malam hari dan terapi oksigen aliran tinggi pada siang hari.

Dokternya mengatakan bahwa Paus sakit parah sehingga staf mempertimbangkan untuk menghentikan perawatannya sehingga ia bisa meninggal.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved