Opini
In Memoriam Dr Michael Barama SH MH, Ahli Hukum Pidana Universitas Sam Ratulangi
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia
Penulis: Efraim Lengkong
Abstrak:
"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi (Mazmur 103:15)
Akhir Tahun 2018 tepatnya di lobi hotel Gran Puri Manado aku berkenalan dengan dia.
Kemudian saya mengajaknya untuk makan di restoran hotel.
Sambil menunggu teman-teman yang lagi menyelesaikan pekerjaan di kamar hotel, kami berdua makan minum. Saat pelayan memberi isyarat bahwa restoran akan ditutup, saya langsung menyelesaikan bill tagihan.
Waktu itu jam menunjukkan pukul 24.00, teman-teman belum selesai mengerjakan berkas yang akan disidang pagi hari itu. Tiba-tiba teman baru ku berkata, "Pa' Efraim di bagasi mobil ada Bir dingin.
Maka kami berdua minum di teras hotel sampai matahari di ufuk timur mulai merekah.
Sejak saat itu kami menjadi teman dekat. Hampir setiap hari ke mana-mana selalu berdua.
Hal ini membentuk suatu koneksi emosional, saling jujur dan terbuka satu sama lain.
Bahkan di antara kami tumbuh "curiosity" "rasa ingin tahu" apa yang diperbuat masing-masing di saat tidak besama sama.
Dr Michael Barama SH MH merupakan sosok yang dikenal sangat cerdas terkait persoalan hukum pidana.
Sebagai seorang ahli hukum pidana Michael Barama memiliki pengetahuan mendalam tentang teori dan praktik dalam hukum pidana. Juga dirinya merupakan sosok yang ahli dalam memahami peraturan hukum, prosedur pengadilan, dan penegakan hukum terkait kejahatan dan pelanggaran hukum lainnya.
Michael juga ahli memberikan nasihat hukum tentang bagaimana proses hukum harus dijalankan dan bagaimana implikasi hukum dari suatu tindakan dapat dianalisis.
Terlepas dari keahliannya di bidang hukum menner sapaan akrab Michael Barama, merupakan figur yang rendah hati, smart, dan loyal kepada siapapun yang dijumpainya. Juga tidak "pelit" Ilmu.
Dari sisi kesetiaan dalam rumah tangga ia merupakan sosok yang dapat dikatakan setia kepada istrinya. Dan sangat bertanggungjawab kepada anak-anak dan cucu cucunya.
Di antara rekan, teman, handai taulan dan di organisasi masyarakat dirinya dijuluki, "orang majus" Yang suka memberi dan membagi berkat, hampir setiap hari.
Laki-laki berpenampilan, "Parlente" ini, tentunya tidak lepas dari, belain "tangan kasih" dan perhatian istri tercinta "Elizabeth Rumengan SH MH".
Dalam rentang waktu 6 tahun bersama-sama dari "case to case", banyak ilmu yang dipelajari penulis, "Mulai dari mencari, "Jalan keluar", dan apabila Jalan keluar sudah tertutup, maka penulis juga diajarkan untuk, "Keluar Jalan".
Masih segar dalam ingatan setiap ada undangan permintaan ahli, penulis selalu ia perkenalkan, "Timade" (Kakak) ini pernah belajar hukum di "Universiteit Leiden" Belanda, tapi karena nakal tidak dapat ijazah".
Kamis 13 Maret 2025, my "bestie" datang di rumah penulis. Dan meminta saya diantar dengan mobil tua saya ke Bukit Sea untuk melihat pemandangan kota Manado.
Kemudian ia meminta saya untuk mentraktirnya di Restoran dan kemudian minum es di Kawan baru dan pulang minta dibungkuskan roti.
Sepulang saya berkata sama istri saya, "akhir-akhir ini, menner Michael agak lain", dia suka diperhatikan (dimanjain) nda biasanya begitu.
Rabu 26 Maret 2025 saya dipanggil olehnya ketemu di kantin Fakultas hukum, "Pa' Efraim datang dulu ke fakultas jemput pa kita" lagi nda ada kendaraan. Itu hari terakhir akhir saya makan dengan dia.
Jumat saya dan istri ke RS Advent, Ia meminta istri saya untuk berdoa. Sabtu (29/03/2025) Dr Michael Barama SH MH, tutup usia di usia 64 tahun 10 bulan.
"Rest In Peace" My special friend Dr Michael Barama SH MH banyak cerita dan pengalaman yang kita lalui. Bagiku engkau adalah teman, melebihi saudara seperti yang sering engkau katakan. (*)
| Kampus Bukan Pabrik |
|
|---|
| Bahasa yang Ditinggalkan: Ketika Sastra Tak Lagi Menjadi Rumah Berpikir di Sekolah |
|
|---|
| Otokritik atas Turunnya Posisi Manado dalam Indeks Kota Toleran |
|
|---|
| Hari Kartini dan Tantangan Demokrasi di Bumi Nyiur Melambai |
|
|---|
| Ketika AI Semakin Akurat dari Dokter: Apa yang Terjadi pada Profesi Medis dan Kemanusiaan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Dr-Michael-Barama-SH-MH-meninggal.jpg)