Gempa di Myanmar
Fakta Gempa di Myanmar, Ratusan Orang Tewas, Junta Militer Tetap Menyerang
Namun, laporan menunjukkan bahwa junta militer tetap melanjutkan serangan udara di daerah yang dikuasai oposisi.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Gempa bumi 7,7 SR cukup mengejutkan masyarakat Myanmar.
Banyak korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Pun banyak gedung yang runtuh.
Baca juga: Gempa Myanmar - Thailand: Banyak yang Tidur di Luar Rumah karena Takut
Meski sedang bencana alam, namun konflik antaran junta militer dan National United Government (NUG) tetap berlangsung.
Padahal ada ribuan korban meninggal dunia di Myanmar.
Hingga saat ini jumlah korban meninggal masih bertambah.
Lebih dari 1.600 orang telah dipastikan tewas setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang pusat Myanmar pada Jumat lalu (28/3/2025).
Menurut laporan dari junta militer yang menguasai negara tersebut, jumlah korban tewas telah mencapai 1.644, dengan 2.376 orang terluka dan 30 lainnya masih hilang.
Gempa yang berpusat dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, terasa hingga ke China dan Thailand, meruntuhkan banyak bangunan di wilayah tersebut.
Thailand melaporkan enam kematian, 26 cedera, dan 47 orang hilang, banyak di antaranya terperangkap di bawah gedung tinggi yang sedang dibangun di dekat Pasar Chatuchak di Bangkok.
Junta militer Myanmar telah mengumumkan keadaan darurat, sementara National United Government (NUG), kelompok oposisi yang diusir pada 2021, menyatakan akan menghentikan semua aksi militer ofensif selama dua minggu mulai Minggu untuk mendukung upaya penyelamatan.
Namun, laporan menunjukkan bahwa junta militer tetap melanjutkan serangan udara di daerah yang dikuasai oposisi.
Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini terjadi pada kedalaman 62 mil dan diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4.
Sementara itu, gambar satelit menunjukkan kerusakan parah, termasuk runtuhnya menara kontrol lalu lintas udara di Bandara Internasional Naypyidaw, yang mengakibatkan satu staf tewas.
Operasi kemanusiaan terhambat oleh kerusakan infrastruktur, dengan jalan-jalan utama dan jembatan yang hancur.
| Gempa Baru Saja Terjadi di Bitung Sulawesi Utara Pagi Ini Selasa 28 April 2026, Berikut Info BMKG |
|
|---|
| Siap-siap 6 Jam Mati Lampu, Info PLN Ini Lokasi Terdampak Mulai Pukul 11.00 Wita |
|
|---|
| Hendak Diwawancarai Usai Diperiksa Kasus Dana GMIM, Recky Montong Diduga Pukul Kamera Wartawan |
|
|---|
| Lirik Lagu Raim Laode - Arti Hidup |
|
|---|
| Isi Tuntutan Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow Raya saat Demo di Kemendagri RI Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gempa-bumi-melanda-Myanmar-bagian-tengah.jpg)