Minahasa Utara Sulut
Ini Titik Rawan Macet di Minahasa Utara Sulut saat Libur Panjang, Satlantas Polres Minut Siaga
Kasat Lantas Polres Minut Iptu Lucky Andreaz Pangaribuan, menyampaikan langkah dan upaya yang tengah mereka lakukan di momen libur panjang.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Ventrico Nonutu
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasat Lantas Polres Minut Iptu Lucky Andreaz Pangaribuan, menyampaikan langkah dan upaya yang tengah mereka lakukan di momen libur panjang.
Satu diantaranya Operasi Ketupat Samrat 2025, yang telah di mulai sejak tanggal 23 Maret sampai 8 April 2025.
Dalam mendukung terlaksananya operasi ini, dibentuk Pos Keamanan (PAM) di tiga titik yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Pos PAM ada di pelabuhan Likupang, di zero poin dan di pintu keluar gerbang tol Manado.
Tiga target operasi yaitu, orang benda dan tempat.
Iptu Lucky menerangkan pengertian target operasi Ketupat Samrat 2025 untuk orang, pihaknya kepolisian mengamankan masyarakat yang mudik Lebaran, liburan dan lainnya.
Untuk objek benda, pengamanan ke logistik yang menopang perekonomian masyarakat selama Hari Raya Idul Fitri.
Kemudian sasaran tempat, berupa tempat keramaian, tempat solad id, tempat rekreasi hingga pusat perbelanjaan diprediksi akan dikunjungi banyak masyarakat selama libur.
Pihaknya juga menyampaikan, dalam operasi Ketupat Samrat 2025 pihaknya sudah melakukan mapping titik-titik kemacetan di Kabupaten Minahasa Utara.
Pertama di zero poin, karena jalannya rusak berlubang sehingga sudah diambil langkah melakukan pengalihan jalur.
Selain itu titik rawan macet ada di jalan Arnold Mononutu depan Pasar Airmadidi dan pusat perbelanjaan disekitarnya, hingga jalan di objek wisata Likupang.
"Untuk titik rawan macet disiagakan personel untuk mengurai kemacetan," kata Kasat Lantas Polres Minut Iptu Lucky Andreaz Pangaribuan, Jumat (28/3/2025).
Dalam operasi Ketupat Samrat 2025, tindakan tilang bukan menjadi prioritas utama.
Naman, ada target penindakan seperti pelanggaran yang membahayakan kemaslahatan bersama, alias mengancam banyak nyawa.
Ia mencontohkan, kendaraan yang overload dan over dimensi.
Lalu pengendara di bawah umur, kemudian angkutan umum yang tidak ada Kir.
"Termasuk kendaraan pakai knaltpot brong, pelanggaran kasat mata seperti tidak pakai helm tidak lupat dan tindakan," tandasnya.
(TribunManado.co.id/Crz)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.