Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bandara Heathrow di London Ditutup setelah Kebakaran yang Menyebabkan Pemadaman Listrik

Bandara Heathrow di London Inggris ditutup hingga tengah malam pada hari Jumat karena pemadaman listrik.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Reuters
MENGEPUL - Asap dan api mengepul dari gardu listrik di Hayes, Inggris, pada 20 Maret 2025. Bandara Heathrow di London Inggris ditutup hingga tengah malam pada hari Jumat karena pemadaman listrik 

TRIBUNMANADO.CO.ID, London - Bandara Heathrow di London Inggris ditutup hingga tengah malam pada hari Jumat karena pemadaman listrik, yang membuat rencana puluhan ribu pelancong menjadi kacau.

Bandara utama London, yang merupakan gerbang tersibuk di Eropa, mengatakan pada hari Jumat bahwa bandara tersebut mengalami pemadaman listrik yang "signifikan" karena kebakaran di gardu listrik yang memasok fasilitas tersebut.

"Demi menjaga keselamatan penumpang dan kolega, Bandara Heathrow akan ditutup hingga pukul 23.59 pada tanggal 21 Maret," kata bandara Heathrow dalam sebuah posting di X.

"Penumpang diimbau untuk tidak bepergian ke bandara dan harus menghubungi maskapai penerbangan mereka untuk informasi lebih lanjut. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini."

Situs web pelacakan penerbangan FlightRadar24 mengatakan penutupan tersebut akan memengaruhi "sedikitnya" 1.351 penerbangan.

Ada 120 pesawat di udara yang akan dialihkan ke bandara alternatif atau kembali ke tujuan asal pada saat pengumuman, menurut FlightRadar24.

"Kami mencoba menghentikan penumpang bepergian ke bandara, dan kemudian bekerja sama dengan mitra maskapai penerbangan pada penerbangan yang ditunda, dialihkan, atau dibatalkan," kata juru bicara Heathrow kepada Al Jazeera.

"Mereka (penumpang) dapat menghubungi mitra maskapai penerbangan untuk mengerjakan pemesanan ulang."

Heathrow adalah salah satu bandara yang paling terhubung secara global dan secara teratur menempati peringkat di antara lima gerbang tersibuk di seluruh dunia.

Bandara ini melayani lebih dari 200 tujuan di hampir 90 negara dan wilayah yang berbeda, dan tahun lalu menangani hampir 84 juta penumpang, jumlah terbesar yang pernah tercatat.

Dampak sebenarnya dari penutupan tersebut baru mulai terlihat beberapa jam setelah pengumuman tersebut karena penerbangan pertama berangkat dari Heathrow pada pukul 06:00 GMT.

Ketika Inggris mulai bangun pagi pada Jumat pagi, dampak penutupan tersebut mulai terasa di seluruh Asia.

Bandara Changi Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penumpang harus memeriksa dengan maskapai penerbangan mereka tentang status penerbangan yang akan datang.

Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan kobaran api setinggi beberapa lantai, menerangi langit malam dan mengeluarkan gumpalan asap hitam yang besar.

Brigade Pemadam Kebakaran London mengatakan bahwa mereka telah mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran dan sekitar 70 petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api di gardu listrik dekat bandara di Hayes, London barat.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved