Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Malaysia Buka Opsi Pencarian Baru Pesawat MH370 yang Hilang

Malaysia tetap berharap saat pemerintahnya menyelesaikan persyaratan pencarian baru untuk pesawat yang hilang pada tahun 2014.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/EPA
MENULIS - Seorang wanita menulis pesan untuk para penumpang pesawat MH370 yang hilang pada spanduk selama upacara peringatan untuk memperingati hari jadi hilangnya pesawat tersebut, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 2016. Malaysia tetap berharap saat pemerintahnya menyelesaikan persyaratan pencarian baru untuk pesawat yang hilang pada tahun 2014. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Kuala Lumpur - Malaysia tetap berharap saat pemerintahnya menyelesaikan persyaratan pencarian baru untuk pesawat yang hilang pada tahun 2014.

Pemerintah Malaysia telah memberikan persetujuan akhir bagi perusahaan robotika kelautan untuk melanjutkan pencarian penerbangan Malaysia Airlines MH370, yang menghilang lebih dari satu dekade lalu.

Pesawat yang hilang itu, dengan 227 penumpang dan 12 awak di dalamnya, diyakini telah jatuh di Samudra Hindia bagian selatan. Peristiwa ini masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam penerbangan modern.

Pada hari Rabu, Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan kabinet menyetujui syarat dan ketentuan perjanjian dengan Ocean Infinity, sebuah perusahaan robotika kelautan yang berkantor pusat di Amerika Serikat yang juga telah melakukan dua pencarian sebelumnya untuk Boeing 777, yang upaya terakhirnya berakhir pada tahun 2018.

“Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan operasi pencarian dan memberikan kepastian bagi keluarga penumpang MH370,” kata Loke, mengumumkan kemajuan perjanjian tersebut, yang sebelumnya ia katakan akan berlangsung selama 18 bulan.

Meskipun kesepakatan yang difinalisasi mengesahkan pembayaran sebesar $70 juta kepada Ocean Infinity, perusahaan tersebut memiliki kebijakan “tidak ditemukan, tidak ada biaya”, yang berarti perusahaan hanya dibayar setelah berhasil menemukan puing-puing tersebut.

Pencarian pribadi pada tahun 2018 oleh Ocean Infinity tidak menemukan apa pun.

Menurut Menteri Loke, pencarian baru tersebut diperkirakan mencakup area seluas 15.000 km persegi (5.790 mil persegi) di lokasi baru di Samudra Hindia bagian selatan.

Pencarian ini mengikuti pencarian sebelumnya yang dilakukan oleh Malaysia, Australia, dan Tiongkok, yang mencakup area seluas 120.000 km persegi (46.332 mil persegi) di Samudra Hindia bagian selatan. Upaya pencarian pada saat itu didasarkan pada data koneksi otomatis antara satelit Inmarsat dan pesawat tersebut.

Persetujuan akhir untuk pencarian baru diberikan tiga bulan setelah Malaysia menyetujui rencana pencarian baru tersebut.

Setelah MH370 hilang, para penyelidik menemukan bahwa sistem komunikasi pesawat dimatikan kurang dari satu jam setelah penerbangan malam itu. Namun, radar militer menangkap sinyal yang menunjukkan pesawat itu berbalik arah melintasi Malaysia, melewati Pulau Penang dan mulai menuju Sumatera Utara.

Ke-26 negara yang bergabung dalam misi pencarian dan penyelamatan pesawat yang hilang itu tidak membuahkan hasil apa pun.

Dikutip Al Jazeera, setelah berminggu-minggu upaya pencarian yang tidak membuahkan hasil, pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa pesawat itu telah terbang hingga tangki bahan bakarnya kosong sebelum jatuh ke kedalaman Samudra Hindia bagian selatan.

Sejak saat itu, puing-puing yang diyakini berasal dari penerbangan yang nahas itu ditemukan terdampar di sepanjang pantai Afrika dan beberapa pulau di Samudra Hindia.

Saat pencarian akan dilanjutkan setelah jeda lebih dari lima tahun, keluarga yang berduka dari penumpang pesawat yang hilang itu sebelumnya menuntut kompensasi dari Malaysia Airlines, Boeing, pembuat mesin pesawat Rolls-Royce, dan grup asuransi Allianz, antara lain. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved