Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Malaysia Setuju Melanjutkan Pencarian Pesawat MH370

Malaysia setuju menerima proposal kedua dari perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan pencarian pesawat MH370 yang hilang 10 tahun lalu.

Editor: Arison Tombeg
Internet
Pesawat MH370. Malaysia setuju menerima proposal kedua dari perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan pencarian pesawat MH370 yang hilang 10 tahun lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia pada prinsipnya setuju menerima proposal kedua dari sebuah perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan pencarian pesawat MH370 yang hilang 10 tahun lalu.

MH370 diyakini telah jatuh di Samudera Hindia bagian selatan lebih dari 10 tahun lalu, kata Menteri Transportasi Anthony Loke pada hari Jumat 20 Desember 2024.

Loke mengatakan para menteri Kabinet memberi lampu hijau pada pertemuan mereka minggu lalu bagi firma robotika laut Ocean Infinity yang berpusat di Texas untuk melanjutkan operasi pencarian dasar laut di lokasi baru seluas 15.000 kilometer persegi (5.800 mil persegi) di lautan tersebut.

"Wilayah pencarian baru yang diusulkan, yang diidentifikasi oleh Ocean Infinity, didasarkan pada informasi dan analisis data terkini yang dilakukan oleh para ahli dan peneliti. Usulan perusahaan tersebut kredibel," katanya dalam sebuah pernyataan dikutip The Hill.

Pesawat Boeing 777 itu menghilang dari radar tak lama setelah lepas landas pada 8 Maret 2014, membawa 239 orang, sebagian besar warga negara China, dalam penerbangan dari ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, ke Beijing. 

Data satelit menunjukkan pesawat itu menyimpang dari jalur penerbangannya menuju Samudra Hindia bagian selatan, tempat pesawat itu diyakini jatuh.

Pencarian multinasional yang mahal gagal menemukan petunjuk apa pun, meskipun puing-puing terdampar di pantai Afrika timur dan pulau-pulau di Samudra Hindia. Pencarian pribadi pada tahun 2018 oleh Ocean Infinity juga tidak menemukan apa pun.

Loke mengatakan pemerintah tidak akan diminta membayar Ocean Infinity kecuali bangkai pesawat ditemukan, berdasarkan kesepakatan yang sama, "tidak ditemukan, tidak ada biaya". 

Ia mengatakan kementeriannya berharap dapat menyelesaikan negosiasi mengenai syarat dan ketentuan perjanjian dengan Ocean Infinity pada awal tahun 2025.

“Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk melanjutkan operasi pencarian dan memberikan penyelesaian bagi keluarga penumpang MH370,” tambahnya.

CEO Ocean Infinity Oliver Punkett awal tahun ini dilaporkan mengatakan bahwa perusahaannya telah meningkatkan teknologinya sejak 2018. 

Ia mengatakan perusahaannya bekerja sama dengan banyak ahli untuk menganalisis data dan mempersempit area pencarian ke situs yang paling memungkinkan. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved