Penembakan di Tambang Sulut
Penembakan di Tambang Ratatotok: Ada Tembakan Peringatan, Massa Bawa Sajam dan Diduga Hendak Mencuri
Kericuhan di lokasi tambang ilegal di Alason, Kecamatan Ratatoto: massa bawa senjata tajam seperti samurai, parang, dan senapan angin, diduga mencuri
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.COM - Polda Sulawesi Utara menggelar konferensi pers terkait peristiwa meninggalnya seorang warga Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, yang diduga menjadi korban penembakan oleh oknum anggota Brimob pada Selasa (11/3/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 3 Aula Catur Prasetya.
Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Bahagia Dachi, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika sekitar 50 orang tak dikenal datang ke lokasi tambang ilegal di Alason, Kecamatan Ratatotok.
Baca juga: Fakta Baru Penembakan di Tambang Ratatotok: Sosok Pemilik hingga 8 Polisi Terlibat Diperiksa Polda
Mereka membawa senjata tajam seperti samurai, parang, dan senapan angin, diduga untuk melakukan pencurian dan mengambil hasil tambang secara paksa.
Lantas apa saja yang terjadi saat kejadian tersebut? Berikut selengkapnya:
Wakapolda Sulut Jelaskan Tembakan Peringatan Saat Kericuhan di Tambang Ratatotok
Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Bahagia Dachi, menjelaskan bahwa kericuhan di lokasi tambang ilegal di Alason, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, dimulai ketika sekitar 50 orang tak dikenal datang ke lokasi tersebut.
Mereka membawa senjata tajam seperti samurai, parang, dan senapan angin, diduga untuk mencuri dan mengambil hasil tambang secara paksa.
Ketika kelompok tersebut mendekati lokasi, sekitar 6 anggota Brimob dan 2 anggota Polda Sulut yang berjaga memberikan tembakan peringatan.
Namun, tembakan tersebut tidak digubris oleh kelompok tersebut.
Akibat peristiwa ini, tiga orang menjadi korban.
Fredo Tangkoto meninggal dunia akibat tembakan, sementara Christian Suwoth diduga terkena tembakan di kaki dan David Tontey terluka karena terjatuh.
Berita tentang kejadian ini cepat menyebar, dan lebih dari 100 warga datang ke lokasi, diduga untuk melakukan pengrusakan dan pembakaran aset di tambang tersebut, termasuk 1 unit camp, 2 sepeda motor, 1 mobil double cabin, serta menjarah karbon yang mengandung emas.
8 Anggota Polda Sulut Diperiksa Propam
Kini juga terungkap identitas 8 anggota Polda Sulut yang diduga terlibat penembakan yang menewaskan seorang warga Desa Basaan, Ratatotok, Mitra, Sulut bernama Fernando Tongkotow.
Dari sumber resmi yang diterima Tribun Manado, kejadian ini terjadi pada Senin (10/3/2025) sekira pukul 01.30 WITA.
Kronologi berawal saat korban bersama puluhan rombongan bergerak ke lokasi pertambangan itu.
| 8 Saksi Diperiksa Terkait Tambang Ilegal di Ratatotok Mitra, WNA China Yang Lin Ditahan Polda Sulut |
|
|---|
| Dulu Pernah Diproses Hukum dan Divonis Bebas, WNA China Diduga Kelola Tambang Ilegal Kini Ditahan |
|
|---|
| WNA China yang Diduga Kelola Tambang Ilegal Alason Ratatotok Ditahan Polda Sulawesi Utara |
|
|---|
| Pasca Aksi Penembakan, Polda Sulawesi Utara Masih Berjaga di Tambang Emas Ratatotok Mitra |
|
|---|
| Polisi Usut Kericuhan di Tambang Ilegal Ratatotok Mitra, Pengamat Hukum Minta Proses Transparan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Fakta-Fakta-Kericuhan-di-Area-Tambang-Ratatotok-Satu-Orang-Meninggal-Fasilitas-Dibakar-Warga.jpg)