Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Peneliti Cambridge: Aspirin Membantu Penderita Melawan Kanker 

Peneliti Cambridge menemukan bahwa aspirin dapat meningkatkan kemampuan sistem imun untuk melawan kanker dengan mengurangi aktivitas trombosit.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/shutterstock
LAWAN KANKER - Aspirin dalam bentuk pil. Peneliti Cambridge menemukan bahwa aspirin dapat meningkatkan kemampuan sistem imun untuk melawan kanker dengan mengurangi aktivitas trombosit. 

TRIBUNMANADO.COM - Peneliti Cambridge menemukan bahwa aspirin dapat meningkatkan kemampuan sistem imun untuk melawan kanker dengan mengurangi aktivitas trombosit, sehingga obat tersebut dapat menargetkan sel kanker, sehingga berpotensi mencegah metastasis. 

Para ahli memperingatkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum rekomendasi klinis dibuat.

Para ilmuwan di Universitas Cambridge yakin mereka telah menemukan cara di mana aspirin — pereda nyeri yang umum dan murah — dapat membantu menghambat penyebaran kanker dengan meningkatkan fungsi sistem imun.

Percobaan pada hewan telah menunjukkan bahwa obat tersebut membantu sel T, komponen utama sistem imun, mengidentifikasi dan menghancurkan sel kanker yang mencoba menyebar di dalam tubuh. 

Para peneliti menggambarkan temuan tersebut sebagai "menarik dan mengejutkan," karena dapat mengarah pada penggunaan aspirin yang terkontrol sebagai pengobatan pelengkap bagi pasien kanker di masa mendatang.

Namun, mereka memperingatkan agar tidak mengonsumsi obat tersebut sendiri, karena aspirin mengandung risiko yang signifikan. 

Selain itu, penelitian ini masih dalam tahap awal, dan belum jelas pasien kanker mana yang mungkin mendapat manfaat dari mengonsumsi obat tersebut. 

Penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Nature, meneliti bagaimana sistem kekebalan tubuh merespons metastasis kanker.

Ditemukan bahwa trombosit, yang bertanggung jawab atas pembekuan darah, mengganggu kemampuan sel T untuk menghancurkan sel kanker

Para peneliti menemukan bahwa aspirin, yang menghambat aktivitas trombosit, membantu sistem kekebalan tubuh mendeteksi dan menghilangkan sel kanker sebelum mereka membentuk metastasis. 

Penemuan ini dilakukan secara kebetulan. Tim peneliti Cambridge awalnya tidak mempelajari aspirin, melainkan bagaimana sistem kekebalan tubuh merespons penyebaran kanker.

Dengan menggunakan tikus yang direkayasa secara genetik, mereka menemukan bahwa hewan yang tidak memiliki instruksi genetik tertentu memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan metastasis. 

Investigasi lebih lanjut terhadap proses tubuh mengungkapkan bahwa sel-T terpengaruh dengan cara yang mirip dengan efek aspirin yang diketahui. Temuan tak terduga ini mengalihkan fokus para peneliti sepenuhnya.

Meskipun temuan tersebut terutama didasarkan pada percobaan pada hewan, temuan tersebut memberikan wawasan penting yang pada akhirnya dapat mengarah pada uji klinis pada manusia dan peningkatan pilihan pengobatan saat ini. 

Profesor Gil Bar-Sela, direktur Beit Shulamit Cancer Center di Emek Medical Center di Israel utara, mengomentari implikasi klinis dari penelitian baru tentang aspirin dan pengobatan kanker. "Masih terlalu dini untuk menentukan signifikansi klinis dari temuan ini," katanya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved