Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bank Dunia: Biaya Rekonstruksi Ukraina Lebih dari Rp 8 Triliun

Perkiraan biaya rekonstruksi Ukraina telah meningkat menjadi lebih dari setengah triliun dolar AS.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Al Jazeera
REKONSTRUKSI - Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Perkiraan biaya rekonstruksi Ukraina telah meningkat menjadi lebih dari setengah triliun dolar AS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Kyiv - Perkiraan biaya rekonstruksi Ukraina telah meningkat menjadi lebih dari setengah triliun dolar AS, menurut laporan baru.

Biaya untuk membangun kembali negara dan menghidupkan kembali ekonominya telah meningkat hingga 524 miliar dolar setara Rp 8.384 triliun saat ini, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Bank Dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komisi Eropa (EC) dan pemerintah Ukraina yang dirilis pada hari Selasa. Totalnya hampir tiga kali lipat dari perkiraan output ekonomi Ukraina pada tahun 2024.

Perkiraan tersebut menandai peningkatan lebih dari 7 persen dibandingkan dengan laporan terakhir lembaga tersebut, yang memperkirakan biaya sebesar $486 miliar setahun yang lalu.

Data tersebut, yang mencakup kerusakan yang terjadi sejak tanggal invasi skala penuh Rusia pada 24 Februari 2022 hingga 31 Desember 2024, mengukur kerusakan fisik langsung pada bangunan dan infrastruktur lainnya, dampaknya terhadap kehidupan dan penghidupan masyarakat, dan biaya untuk "membangun kembali dengan lebih baik", kata lembaga tersebut dalam siaran pers bersama.

Perumahan, transportasi, energi, perdagangan, dan pendidikan merupakan sektor yang paling terdampak. Ini termasuk peningkatan kerusakan infrastruktur energi Ukraina sebesar 70 persen akibat serangan Rusia.

Sekitar 13 persen dari total perumahan Ukraina telah rusak atau hancur, yang berdampak pada lebih dari 2,5 juta rumah tangga.

Sektor perumahan menyumbang sekitar 84 miliar dolar dari total kebutuhan jangka panjang, diikuti oleh transportasi hampir 78 miliar dolar, energi dan pertambangan mendekati 68 miliar dolar, perdagangan dan industri lebih dari 64 miliar dolar, dan pertanian, yang memiliki kebutuhan sebesar 55 miliar dolar.

Biaya pembersihan dan pengelolaan puing saja dipatok hampir 13 miliar dolar, kata laporan itu dikutip Al Jazeera.

Perkiraan tersebut tidak mencakup kebutuhan lebih dari 13 miliar dolar di delapan sektor yang telah dipenuhi oleh Ukraina melalui anggaran negara dan dana donor 

Komisaris EC untuk Perluasan Marta Kos mengatakan "penilaian tersebut menyoroti kerusakan luar biasa yang telah ditimbulkan Rusia terhadap Ukraina" dan menekankan bahwa ekonomi Ukraina harus diintegrasikan lebih dalam ke pasar tunggal UE untuk memfasilitasi pemulihan.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan "kebutuhan pemulihan terus meningkat karena serangan Rusia yang terus berlanjut," seraya menambahkan bahwa pemerintahnya akan memprioritaskan pembangunan kembali dan perbaikan infrastruktur energi dan perumahan.

Serangan Udara

Ukraina menandai tiga tahun perang habis-habisan dengan Rusia pada hari Senin, dengan kedua negara kini saling serang hampir setiap hari dengan pesawat tak berawak dan rudal, banyak di antaranya yang mengenai infrastruktur vital.

Peringatan udara dibunyikan di seluruh Ukraina pada Selasa pagi, saat angkatan udara memperingatkan serangkaian serangan rudal besar-besaran.

Militer Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan tujuh rudal dan 213 pesawat nirawak semalam. Angkatan udara mengatakan pihaknya menembak jatuh enam rudal dan 133 pesawat nirawak, sementara 79 pesawat nirawak lainnya tidak mencapai sasaran, kemungkinan karena perang elektronik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved