Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Drone Rusia Hancurkan Pembangkit Listrik Ukraina: 46 Ribu Warga Kedinginan

Serangan pesawat tak berawak Rusia telah merusak pembangkit listrik termal di Mykolaiv di Ukraina selatan semalam.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
TM/Al Jazeera
PIDATO - Tangkapan layar video Pemimpin Ukraina Volodymir Zelensky pidato di Munich Jerman pekan lalu. Serangan pesawat tak berawak Rusia telah merusak pembangkit listrik termal di Mykolaiv di Ukraina selatan semalam 

Utusan Trump untuk Ukraina, Jenderal Keith Kellogg, mengatakan pada hari Sabtu bahwa Eropa tidak akan memiliki tempat di meja perundingan damai Ukraina setelah Washington mengirimkan kuesioner ke ibu kota Eropa untuk menanyakan apa yang dapat mereka sumbangkan untuk jaminan keamanan bagi Kyiv.

James Bays dari Al Jazeera, melaporkan dari Munich, mengatakan pertemuan darurat para menteri luar negeri Uni Eropa "diadakan dengan tergesa-gesa" karena kekhawatiran bahwa mereka – dan juga Ukraina – mungkin akan dikesampingkan dalam perundingan perdamaian yang dipimpin AS dengan Rusia yang diperkirakan akan berlangsung di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang.

Namun, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan kepada radio France Inter pada hari Minggu bahwa Presiden Emmanuel Macron akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut sesuai rencana.

Lima diplomat Eropa mengatakan pertemuan itu akan melibatkan Prancis, Inggris, Jerman, Polandia, Italia, Spanyol, dan Denmark, yang akan mewakili negara-negara Baltik dan Skandinavia.

“Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa Ukraina dan juga tidak ada yang bisa dilakukan tanpa Eropa,” kata Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna.

Ia juga mengonfirmasi bahwa para pemimpin akan bertemu pada hari Senin.

"Segalanya berjalan cepat," katanya kepada Al Jazeera. "Kita harus yakin dan jelas tentang apa yang akan kita lakukan."

Ia mengatakan negara-negara Eropa masih dapat memberikan “dukungan” dan “dana” yang telah mereka janjikan.

Pada hari Sabtu, Zelenskyy menyerukan pembentukan tentara Eropa, dengan alasan benua itu tidak lagi yakin akan perlindungan AS dan hanya akan mendapat rasa hormat dari Washington dengan militer yang kuat.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa negara-negara Eropa tidak akan membentuk satu pasukan bersatu dalam menanggapi ancaman dari Rusia.

Ketika ditanya tentang kemungkinan pembentukan tentara Eropa, Sikorski mengatakan kepada lembaga penyiaran negara TVP World, “Kita harus berhati-hati dengan istilah ini karena orang-orang memiliki pemahaman yang berbeda.”

"Jika Anda memahaminya sebagai penyatuan tentara nasional, hal itu tidak akan terjadi," katanya. "Namun, saya telah menjadi pendukung Eropa, Uni Eropa, untuk mengembangkan kemampuan pertahanannya sendiri." (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved