Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer

3 Berita Populer Manado, BPJN Sulut Pasang Pengaman di Interchange, Identitas Pelaku Pencurian Mobil

Simak berikut ini daftar berita populer Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada hari ini, Kamis (13/2/2025).

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Erlina Langi
Tribun Manado Ferdi Guhuhuku/Dok Polsek Malayang/Dok. Pribadi
BERITA POPULER: Gabungan foto dari kejadian popular di Manado Sulawesi Utara, Kamis, 13 Februari 2025. Daftar berita popular, seperti BPJN Sulawesi Utara Mulai Pasang Kerangka Pagar Pengaman Interchange Manado, Identitas Dua Pelaku Pencurian Mobil di Manado Sulut, Pengamat Pariwisata Sulut 

Tim Opsnal Polsek Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, berhasil menagkap dua tersangka pencurian mobil, Kamis (13 Februari 2025).

Dua tersangka tersebut adalah RM (33), warga Malalayang Dua, dan HM (33), warga Pakoa, Kecamatan Wanea.

Mereka diduga mencuri satu unit mobil Suzuki Carry 1.5 biru dengan nomor polisi DB 1698 MK. 

Mobil tersebut sebelumnya dilaporkan hilang oleh pemiliknya pada Kamis, 6 Februari 2025, setelah diparkir sejak tahun 2023 dalam kondisi rusak di Kelurahan Malalayang Dua, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Berdasarkan laporan korban SMM (56), ia mengalami kerugian sekitar Rp25 juta akibat kehilangan mobil tersebut. 

Kapolsek Malayang AKP Elwin Krisntanto membenarkan kejadian ini.

"Pelaku dua pelaku utama, yaitu RM (33), dan HM (33)," ujarnya, Elwin, Kamis (13/2/2025).

Baca Selengkapnya  

3. Cap Go Meh 2025 di Manado Meriah, Pengamat Pariwisata Sulut: Wujud Toleransi dan Daya Tarik Wisata

Ribuan warga memadati jalanan Pecinan, Kota Manado, Sulawesi Utara, untuk menyaksikan Perayaan Cap Go Meh 2025 yang berlangsung meriah pada Rabu (12/2/2025). 

Prosesi tahun ini melibatkan 9 klenteng dengan 12 Tang Sin dan 14 Kio, menampilkan aksi spektakuler yang selalu dinantikan masyarakat.

Pengamat Pariwisata Sulawesi Utara Teddy Tandaju menilai, Cap Go Meh kini telah menjadi bagian dari identitas budaya Manado dan Minahasa, meskipun berasal dari etnis Tionghoa. 

“Perayaan tahunan ini bukan sekadar ritual agama, tetapi juga mencerminkan peleburan budaya, integrasi keberagaman, serta toleransi hidup warga,” ujar Tandaju yang juga merupakan Business Coach di Universitas Katolik De La Salle Manado.

Dalam beberapa tahun terakhir, Cap Go Meh di Manado semakin menarik dengan adanya parade tarian Kabasaran sebelum prosesi utama. 

“Hal ini semakin menambah daya tarik wisata Kota Manado,” katanya.

Selain sektor pariwisata, perayaan ini juga berdampak pada perekonomian lokal, terutama UMKM. 

“Walaupun kecil, mereka mendapatkan profit tambahan seperti dari penjualan bunga dan hiasan parade yang membutuhkan banyak dana,” jelas Tandaju.

Baca Selengkapnya

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved