Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Sosok Silas Antoge, Pemotong Kue Adat Tamo Tertua di Bitung, Sulawesi Utara

Ia sedang melaksanakan proses Memoto Tamo atau pemotongan kue adat tamo, saat pelaksanaan Gelar Adat Tulude.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
PEMOTONG TAMO - Silas Antoge (86), adalah pemotong Kue Adat Tamo tertua di Kota Bitung Sulut dalam pelaksanaan Gelar Adat Tulude di Kota Bitung Sulut selang Februari 2025. Foto saat ia memotong Kue Adat Tamo di Gelar Adat Tulude Pemerintah dan warga Kecamatan Matuari awal Februari 2025 di GOR Manembo-Nembo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Suara gemetar terdengar dari sosok lelaki lanjut usia, di dekat sebuah meja yang dihias dengan warna serba merah putih.

Menggunakan pakaian baniang atau baju adat daerah Nusa Utara, lelaki tersebut bernama Silas Antoge (86).

Ia sedang melaksanakan proses Memoto Tamo atau pemotongan kue adat tamo, saat pelaksanaan Gelar Adat Tulude Pemerintah dan Masyarakat Kecamatan Matuari Bitung, Sulawesi Utara.

Meski sudah usia lanjut, ia tak pakai alat bantu yaitu kacamata ketika membaca secarik berisi nama-nama tamu undangan termasuk camat Matuari dan Ketua TP PKK Kecamatan.

Ia dibantu oleh seorang panitia, mendekatkan Mic pengeras suara saat sedang berbicara dalam bahasa daerah Nusa Utara dan Indonesia.

Gelar Adat Tulude di Kecamatan Matuari Bitung Sulut, berlangsung di GOR Manembo-Nembo Kecamatan Matuari Selasa (4/2/2025).

Silas Antoge alias Opa Embo Silas, merupakan pemotongan kue adat Tamo tertua di Gelar Adat Tulude yang berlangsung di Kota Bitung Februari 2025.

"Jadi pemotong kue adat tamo, sejak usia 25 tahun dan saat usia itu jadi yang pertama memotong tamo," kenang Opa Embo Silas sapaannya. 

Meski sudah usia lanjut, 86 tahun. Ia masih menyimpan cerita tentang pertama kali gelar adat Tulude, di tahun 1980.

Kepada Tribunmanado.co.id, Opa Embo Silas mengenang pelaksanaan itu oleh dua rukun, yaitu Singkanaung dan Rukun Kasih Manembo-Nembo di kompleks Kampis.

Waktu itu kata Embo Silas, wilayah Manembo-Nembo masih satu.

Saat ini wilayah Manembo-Nembo terbagi, tengah, atas dan bawah di Kecamatan Matuari.

"Memotong kue Adat Tamo kami tau sendiri," tambah  Pria asal Desa Bebali Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Kakek dari 1 orang cucu dan seorang anak ini, aktifitas lebih banyak di rumah.

Terkait dengan pelaksanaan Gelar Adat Tulude masyarakat dan pemerintah Kecamatan Matuari, di gawangi oleh panitia pelaksana yang diketuai Hesky Putra Negara.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved