Breaking News
Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Serangan Drone Ukraina Picu Kebakaran di Kilang Minyak Utama Rusia

Sebuah kilang minyak Rusia di wilayah selatan Volgograd terbakar setelah terkena puing-puing serangan pesawat tak berawak Ukraina.

Editor: Arison Tombeg
Tribun/Al Jazeera
LEDAKAN - Tangkapan layar video ledakan dalam perang Rusia vs Ukraina. Sebuah kilang minyak Rusia di wilayah selatan Volgograd terbakar setelah terkena puing-puing serangan pesawat tak berawak Ukraina. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Kyiv - Sebuah kilang minyak Rusia di wilayah selatan Volgograd terbakar setelah terkena puing-puing serangan pesawat tak berawak Ukraina.

Gubernur Daerah Andrei Bocharov mengonfirmasi serangan yang terjadi pada malam hari itu, dan mengatakan pada hari Jumat bahwa api telah “segera padam” dan seorang pekerja yang terluka dirawat di rumah sakit.

Serangan itu adalah serangan terbaru Ukraina dalam kampanyenya untuk menghancurkan kilang minyak, depot minyak, dan lokasi industri yang mendukung upaya perang Rusia.

Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina, menggambarkan kilang Volgograd sebagai salah satu yang terbesar di Rusia.

Awal minggu ini, Kyiv mengklaim telah menyerang dan membakar kilang Lukoil di wilayah Nizhny Novgorod, sebelah timur Moskow. Serangan pesawat nirawak minggu lalu memaksa kilang di Ryazan, sebelah tenggara Moskow, untuk menghentikan operasinya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa 49 pesawat tak berawak Ukraina telah jatuh semalam, termasuk 25 di wilayah selatan Rostov dan delapan di wilayah Volgograd.

Serangan terhadap Odessa

Semalam, Rusia melancarkan serangkaian serangan pesawat tak berawak ke wilayah Odesa di selatan Ukraina, melukai empat orang di kota Chornomorsk, menurut Gubernur daerah Oleh Kiper.

Serangan itu juga mengganggu sebagian pasokan listrik di kota itu dan merusak rumah sakit, gedung administrasi, gudang gandum, sebuah rumah dan beberapa truk, katanya.

Sementara itu, angkatan udara Ukraina mengatakan sistem pertahanannya menembak jatuh 59 dari 102 pesawat tak berawak Rusia semalam.

Serangan itu terjadi satu hari setelah pesawat tak berawak Rusia menewaskan sembilan orang dalam serangan di blok perumahan di kota Sumy, Ukraina timur.

Setelah serangan itu, Andriy Yermak, kepala kantor kepresidenan, menuduh Rusia meluncurkan pesawat tanpa awak Shahed yang diisi dengan pecahan peluru “untuk meningkatkan jumlah korban sipil”.

Tuduhan Perdagangan

Pada hari Jumat, Komite Investigasi Rusia mengatakan sedang menyelidiki pembunuhan 22 orang antara bulan September dan November di sebuah desa Rusia yang diduduki. Dikatakan bahwa angka tersebut termasuk delapan wanita yang diduga diperkosa sebelum dibunuh.

Penyelidik mengatakan salah satu tentara Ukraina yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan itu ditangkap di wilayah barat Kursk, tempat Ukraina menguasai puluhan kota perbatasan sejak melancarkan serangan tahun lalu.

Rusia dan Ukraina saling menuduh membunuh warga sipil sejak konflik dimulai hampir tiga tahun lalu, Ukraina mengklaim pasukan Moskow membunuh ratusan warga sipil di kota Bucha, dekat Kyiv.

Moskow menolak tuduhan tersebut dan menuduh Kyiv memalsukan rekaman tersebut, sebuah klaim yang dibantah oleh beberapa organisasi pemeriksa fakta independen dan outlet media. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved