Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem Berujung Bencana Alam Melanda Kotamobagu, Begini Kata Kapolres AKBP Irwanto
Sejumlah wilayah di Kotamobagu, Sulawesi Utara mengalami bencana alam pada Kamis (30/1/2025).
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada Kamis (30/1/2024) mengakibatkan terjadinya bencana alam.
Atas hal tersebut Kapolres Kota Kotamobagu AKBP Irwanto memberi himbauan kepada masyarakat yang bepergian keluar rumah, bisa memilih waktu dan cuaca.
"Apabila tidak memungkinkan alangkah lebih baik tetap di rumah, kemudian dalam hal berkendaraan silahkan manfaatkan tempat-tempat singgah jika melihat cuaca kurang bagus, bisa singgah dulu," jelasnya Jumat (31/1/2025)
Dia mengatakan dari Polres Kotamobagu juga sudah bekerja sama dengan pihak BPBD serta dengan intansi terkait.
"Kami sudah melakukan patroli bersama untuk meninjau lahan lain yang longsor atau ada pohon yang tumbang,"
Kata Irwant saat ini sudah disediakan alat berat maupun alat bantu lainnya, sehingga apabila terjadi tanah longsor bisa sigap dan siap menanganinya.
Banjir Sebabkan Seorang Warga Hilang
Cuaca ekstrem yang terjadi di Kotamobagu membuat Kelurahan Kotobangon, Kotamobagu, Sulawesi Utara, dilanda banjir.
Bencana ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Ferry Rumagit (60), kepala lingkungan RW 9.
Pasalnya, Ferry Rumangit ikut terseret arus sungai pada Kamis sore (30/1/2025).
Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian, namun belum berhasil menemukan korban.
Amatan Tribun Manado pada Jumat (31/1/2025), rumah korban terus didatangi oleh warga, keluarga, dan kerabat yang ingin memberikan dukungan serta menanti kabar terbaru terkait pencarian Ferry.
Suasana penuh kesedihan juga terasa, terutama bagi sang istri yang tampak sangat terpukul dengan kejadian ini.
Menurut Kepala BPBD Kotamobagu, Asriyanti, pencarian korban melibatkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, kepolisian, dan petugas lainnya.
Tim dibagi menjadi beberapa kelompok yang bertugas menyisir berbagai titik di sepanjang sungai.
“Ada beberapa tim yang turun untuk menyisir lokasi sungai. Tim 1 menyisir di Kampung Baru, Tim 2 di Kilo 5 (batas kota), sementara Tim 3 dan 4 melakukan pencarian di sekitar gerbang listrik Desa Lobong,” jelas Asriyanti, Jumat (31/1/2025).
| Ini yang Disiapkan Pemkot Manado Hadapi Cuaca Ekstrem Desember 2025, Antisipasi Banjir Rob |
|
|---|
| Kapal dari Manado ke Nusa Utara Kembali Berlayar Pasca Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem di Manado, KSOP Pertimbangan Keberangkatan Kapal, Koordinasi dengan BMKG |
|
|---|
| Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 7 Hari Sulawesi Utara, 1-7 September 2025 |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem di Sulut: Banjir Kepung Sangihe, Kapal Tak Bisa Sandar di Pelabuhan Tagulandang Sitaro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/AKBP-Irwanto-Kapolres-Kotamobagu-yang-Barughjghjgjgh8vgjj.jpg)