Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update American Airlines vs Black Hawk di Washington: Hamaad Doakan Keselamatan Istri

Hamaad Raza sedang menunggu kabar dari pihak berwenang tentang nasib istrinya, penumpang American Airlines dari Wichita.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Eduardo Munoz/Reuters
PENCARIAN - Kapal penyelamat bekerja di lokasi reruntuhan pesawat American Eagle bernomor penerbangan 5342 pada Kamis 30 Januari Wita. Hamaad Raza sedang menunggu kabar dari pihak berwenang tentang nasib istrinya, penumpang American Airlines dari Wichita. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Hamaad Raza sedang menunggu kabar dari pihak berwenang tentang nasib istrinya, penumpang American Airlines dari Wichita.

Raza mengatakan dia sedang menunggu pesawat ketika istrinya mengirim pesan bahwa penerbangannya tinggal 20 menit setelah mendarat.

Ketika pesannya gagal tersampaikan, dia menjadi khawatir.

“Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang mungkin terjadi,” kata Raza kepada WUSA-TV. Istrinya yang berusia 26 tahun, yang tidak dia sebutkan namanya, terbang ke Wichita, Kansas, untuk bekerja.

“Saya hanya berdoa agar ada yang menariknya keluar dari sungai saat kita berbicara,” kata Raza. “Hanya itu yang bisa saya doakan.”

Mengutip sumber-sumber lokal, stasiun televisi AS CBS News mengatakan sedikitnya 19 mayat telah ditemukan dari lokasi jatuhnya pesawat.

Sementara itu, jaringan berita AS lainnya, NBC, melaporkan lebih dari selusin laporan. Belum ada korban tewas atau korban selamat resmi yang diumumkan.

Sebelumnya, Wali Kota Washington Muriel Bowser mengatakan dia akan memberikan kabar terbaru lainnya pada pukul 07.30 waktu setempat.

Sebelumnya, sekitar 300 petugas tanggap berada di lokasi kecelakaan di Sungai Potomac, menurut Kepala Pemadam Kebakaran dan EMS Washington, DC John Donnelly.

Data navigasi yang diterbitkan oleh Flightradar, sebuah situs web yang mengkhususkan diri dalam pelacakan penerbangan, menunjukkan aktivitas udara yang intens oleh pesawat penyelamat dan pengintai polisi di lokasi tabrakan.

Selain itu, data penerbangan yang dipantau oleh unit pengecekan fakta Al Jazeera, Sanad, menunjukkan adanya berbagai pesawat penyelamat dan pengawasan yang melayang di atas Sungai Potomac di sekitar bandara.

Rekaman kontrol lalu lintas udara tampaknya menangkap upaya komunikasi terakhir dengan helikopter, call sign PAT25, sebelum bertabrakan dengan pesawat, yang digambarkan sebagai CRJ (Canadair Regional Jet). Pesawat yang jatuh itu diproduksi oleh perusahaan Kanada Bombardier.

“PAT25, apakah Anda melihat CRJ? PAT25, lewat di belakang CRJ,” kata seorang pengawas lalu lintas udara pada pukul 20.47, menurut rekaman di liveatc.net.

Beberapa detik kemudian, pesawat lain memanggil pengatur lalu lintas udara dan berkata, “Tower, apakah Anda melihatnya?” – rupanya mengacu pada kecelakaan itu.

Beberapa poin penting dari peristiwa dikutip Al Jazeera:

  • Tim penyelamat sedang mencari korban selamat di perairan dingin Sungai Potomac setelah sebuah pesawat American Airlines bertabrakan di udara dengan sebuah helikopter militer di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington di luar Washington, DC.
  • Polisi mengatakan beberapa lembaga terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan di sungai, yang berbatasan dengan bandara, tetapi belum ada informasi langsung mengenai korban. Kepala pemadam kebakaran Washington, DC, John Donnelly mengatakan bahwa sedikitnya 300 responden pertama terlibat dalam operasi penyelamatan yang "sangat rumit" di negara bagian Virginia, AS.
  • American Airlines mengatakan 60 penumpang dan empat awak berada di dalam pesawat yang tiba di Washington, DC dari Wichita, Kansas. Tiga orang berada di helikopter militer, menurut walikota Washington, DC.
  • Bandara nasional Ronald Reagan telah menghentikan semua lepas landas dan pendaratan setelah tabrakan tersebut. (Tribun)
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved