Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perintah Eksekutif Trump: Google Maps Ubah Teluk Meksiko Menjadi Teluk Amerika

Google mengumumkan pada hari Senin platform pemetaan daringnya, Google Maps, akan mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika untuk pangguna AS.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Google Maps
Tangkapan Layar Google Maps 28 Januari 2025 menunjukan peta Teluk Meksiko. Google mengumumkan pada hari Senin platform pemetaan daringnya, Google Maps, akan mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika untuk pangguna AS. 

Di luar Rusia, Krimea ditandai dengan jelas sebagai wilayah Ukraina di Apple Maps.

Saat ini, di Google Maps, ada garis putus-putus hitam antara Ukraina dan Krimea, serta antara Ukraina dan Rusia, baik peta dilihat dari Ukraina, Rusia, atau negara lain.

Al Jazeera menghubungi Apple untuk menanyakan apakah Apple Maps akan mengubah nama Teluk Meksiko atau Gunung Denali, tetapi tidak mendapat tanggapan.

“Banyak orang ingin memperlakukan peta seperti dokumen objektif, tetapi peta merupakan produk budaya dan nilai-nilai masyarakat yang membuatnya,” kata Quinn, profesor geografi.

Ia menjelaskan bahwa nama-nama tempat selalu “cair, kontroversial, dan politis”.

"Pada akhirnya, orang-orang yang menggunakan nama-nama tersebut akan menjadi orang-orang yang memutuskan apa nama-nama tersebut," katanya, seraya menambahkan bahwa nama-nama situs geografis yang digunakan orang dalam percakapan mungkin tidak selalu tercermin dalam peta yang dibuat oleh lembaga.

“Dengan demikian, peta yang banyak digunakan seperti Google Maps memiliki banyak potensi untuk memengaruhi cara orang memandang dunia.” (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved