Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal 2024

Ibadah Natal GMIM Imanuel Bahu Manado, Belajar dari Ketulusan dan Kerendahan Hati Gembala-gembala 

Natal adalah kisah tentang sukacita, ketulusan dan kerendahan hati. Cerita kelahiran Yesus yang disaksikan para gembala dituliskan Lukas 2: 8-20

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Anak sekolah minggu didampingi guru sekolah minggu membawakan pujian dalam ibadah Natal Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Rabu 25 Desember 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Natal adalah kisah tentang sukacita, ketulusan dan kerendahan hati

Itu cerita tentang para gembala di padang Efrata dua Millenium yang lalu. 

Cerita itu kembali hadir dalam ibadah Natal Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Rabu 25 Desember 2024.

Cerita kelahiran Yesus yang disaksikan para gembala dituliskan Lukas 2: 8-20 dengan judul perikop: Gembala-gembala.

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Pdt Adeleida Kuhon-Tampi STh mengungkapkan, pembacaan Alkitab ini mengajarkan jemaat banyak hal. 

Cerita tentang kelahiran Yesus pertama kali disampaikan kepada para gembala. Mereka adalah komunitas terkecil yang dalam struktur sosial Bangsa Yahudi dipandang rendah. 

"Tapi para gembala ini justru dipakai Tuhan menjadi saksi akan kisah kelahiran Yesus," ujar Pendeta Adeleida.

Para gembala menjadi teladan akan ketaatan. Sekaligus juga orang yang punya ketulusan dan kerendahan hati

Mendengar kabar sukacita tentang kelahiran Yesus, mereka bersukacita dan menurut pemrintah Allah lewat Gabriel. 

"Dengan penuh kerendahan hati, para gembala ini bergegas, berjalan menuju ke palungan di mana bayi Yesus dibaringkan lalu mereka memuji Tuhan," katanya. 

Kepada jemaat, pendeta menyampaikan pesan firman, Natal adalah momen sukacita dan damai sejahtera. 

Karena itu, seyogyanya jemaat berbahagia dan menjadikannya momen memperbarui kehidupan. 

"Miliki hati yang berbahagia, hilangkan dendam, amarah, iri hati dengki dan bentuk kepahitan lainnya," katanya. 

Natal seharusnya menghadirkan perdamaian. Saling mengasihi dalam keluarga, antar sesama jemaat. 

"Natal membawa kebahagiaan karena kita boleh berkumpul dengan keluarga, orangtua, anak, cucu dan yang kita kasihi. Bagikanlah sukacita Natal kepada banyak orang," kata istri dari Pdt Henry Raymond Kuhon MTh ini. 

Dalam ibadah ini, dibacakan pesan Natal dari PGI dan KWI yang berjudul: Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem... (Lukas 2:15).(ndo

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved