Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tiongkok Mengecam Keputusan Filipina Membeli Sistem Rudal Typhon AS

Tiongkok mengecam langkah tersebut, memperingatkan bahwa Filipina berisiko terlibat dalam 'perlombaan senjata' di tengah meningkatnya militerisasi.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Citra satelit sistem rudal Typhon di Bandara Internasional Laoag, Filipina. Tiongkok mengecam langkah tersebut, memperingatkan bahwa Filipina berisiko terlibat dalam 'perlombaan senjata' di tengah meningkatnya militerisasi Laut Cina Selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manila - Tiongkok mengecam langkah tersebut, memperingatkan bahwa Filipina berisiko terlibat dalam 'perlombaan senjata' di tengah meningkatnya militerisasi Laut Cina Selatan.

Filipina telah mengumumkan rencana untuk membeli sistem rudal Typhon milik Amerika Serikat, yang memicu peringatan dari Tiongkok tentang "perlombaan senjata" yang akan terjadi di kawasan Asia Pasifik.

Kepala militer Filipina Letnan Jenderal Roy Galido mengatakan pada hari Senin bahwa negara itu akan memperoleh sistem rudal jarak menengah, yang telah dikerahkan oleh tentara AS di wilayahnya untuk latihan militer gabungan tahunan, "demi kepentingan melindungi kedaulatan kami".

Proyeksi Kekuatan

Peluncur rudal Typhon berbasis darat, yang dikembangkan oleh perusahaan AS Lockheed Martin untuk militer AS, memiliki jangkauan 480 km (300 mil), meskipun versi jarak yang lebih jauh sedang dalam pengembangan.

Dikutip Al Jazeera, Galido mengatakan sistem Typhon akan memungkinkan tentara untuk “memproyeksikan kekuatan” ke luar hingga 370 km (200 mil laut), yang merupakan batas hak maritim negara kepulauan tersebut berdasarkan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Typhon, katanya, akan “melindungi aset terapung kita”, merujuk pada kapal-kapal angkatan laut Filipina, penjaga pantai, dan kapal-kapal lainnya.

Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun memperingatkan pada bulan Juni bahwa pengerahan Typhon oleh tentara AS awal tahun ini “sangat merusak keamanan dan stabilitas regional”.

Galido menepis kritik tersebut, dengan mengatakan negaranya “tidak perlu terganggu oleh rasa tidak aman yang tampak dari pihak lain karena kita tidak punya rencana untuk bertindak di luar kepentingan negara kita”. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved