Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Serangan Israel Lumpuhkan Tiga Pelabuhan Houthi - Yaman

Militer Israel mengatakan serangan terhadap proksi yang didukung Iran, Houthi dilakukan setelah perencanaan selama berminggu-minggu. 

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Serangan Israel terhadap Ibu Kota Yaman, Sanaa. Militer Israel mengatakan serangan terhadap proksi yang didukung Iran, Houthi dilakukan setelah perencanaan selama berminggu-minggu.  

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sanna - Militer Israel mengatakan serangan terhadap proksi yang didukung Iran, Houthi dilakukan setelah perencanaan selama berminggu-minggu. 

Serangan Israel terhadap pemberontak Houthi di Yaman pada Kamis 19 Desember pagi waktu setempat melumpuhkan tiga pelabuhan laut, kata media Yaman yang berafiliasi dengan pemberontak.

Tujuan serangan Israel adalah untuk memberikan pukulan finansial yang signifikan bagi pasukan pemberontak Yaman.

Serangan itu direncanakan selama berminggu-minggu dan dilakukan oleh puluhan jet tempur yang juga mengebom kapal pendorong yang membawa kapal ke pelabuhan. 

Militer mengatakan waktu serangan terhadap Houthi diputuskan berdasarkan pertimbangan operasional dan bukan sebagai respons langsung terhadap rudal balistik yang ditembakkan ke Israel semalam.

Di Ibu Kota Yaman, Sanaa, yang diserang Israel untuk pertama kalinya, pesawat-pesawat itu menargetkan penyimpanan bahan bakar dan pembangkit listrik.

Setidaknya sembilan orang tewas di fasilitas minyak Ras Issa dan lainnya terluka dalam tujuh serangan di pelabuhan, media lokal mengklaim dan menurut laporan di pers Arab Saudi, secara keseluruhan, ada 16 serangan dalam serangan Israel yang mencakup kota pelabuhan Hodeida dan ibu kota Sanaa.

Seorang pejabat senior Houthi mengatakan bahwa serangan oleh Israel dan pasukan AS terhadap fasilitas sipil termasuk pembangkit listrik dan pelabuhan, mengungkap kemunafikan Barat dan mengatakan serangan untuk mendukung Gaza akan terus berlanjut dan meningkat sebagai respons terhadap eskalasi serangan Israel.

Juru Bicara IDF Daniel Hagai mengatakan bahwa serangan itu bertujuan untuk melemahkan kemampuan militer Houthi dan mencegah penggunaan fasilitas yang ditargetkan untuk operasi militer, termasuk penyelundupan senjata Iran.

Menteri Pertahanan Israel Katz membuat ancaman eksplisit yang memperingatkan para pemimpin Houthi bahwa "tangan panjang" Israel akan menemukan mereka. "Siapa pun yang mengangkat tangan melawan Israel, tangannya akan dipotong," katanya. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved