Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia Bantu Houthi Serang Kapal-kapal Barat di Laut Merah

Data satelit Rusia yang diberikan kepada pemberontak Houthi di Yaman memungkinkan wilayah yang lebih luas.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kapal kargo terbakar setelah serangan Houthi di Laut Merah. Data satelit Rusia yang diberikan kepada pemberontak Houthi di Yaman memungkinkan wilayah yang lebih luas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Moskow - Data satelit Rusia yang diberikan kepada pemberontak Houthi di Yaman memungkinkan wilayah yang lebih luas untuk diserang dan melayani tujuan strategis Vladimir Putin mengacaukan Timur Tengah.    

Rusia memberikan data penargetan bagi pemberontak Houthi Yaman untuk menargetkan kapal-kapal di Laut Merah, Wall Street Journal melaporkan Jumat 25 Oktober Wita, sementara Putin memperkuat hubungannya dengan Iran dan berupaya untuk lebih lanjut mengacaukan Timur Tengah.

Pemberontak Houthi yang telah menargetkan lalu lintas maritim sejak pecahnya perang, yang mengklaim mendukung Hamas di Gaza, diberi data satelit dari Moskow yang memungkinkan mereka meningkatkan serangan di wilayah yang lebih luas, Journal melaporkan mengutip dua sumber keamanan senior Eropa dan orang lain yang mengetahui.

Salah satu sumber mengatakan data tersebut diberikan kepada Houthi oleh anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang tertanam pada kelompok pemberontak tersebut.

Menurut laporan itu, bantuan kepada Houthi menunjukkan seberapa jauh Putin bersedia untuk merusak tatanan politik dan ekonomi Barat serta mengganggu stabilitas Timur Tengah dan Asia. 

Menurut para analis, dengan memperpanjang perang di kawasan itu, Moskow memaksa Washington untuk mengalokasikan sumber daya dan mengalihkan perhatiannya dari Rusia dan China.

"Bagi Rusia, setiap gejolak di mana pun adalah berita baik, karena hal itu mengalihkan perhatian dunia dari Ukraina dan AS perlu mengalokasikan sumber daya—sistem Patriot atau peluru artileri—dan dengan Timur Tengah yang terlibat, jelas ke mana AS akan memilih," kata Alexander Gabuev, direktur Carnegie Russia Eurasia Center, sebuah lembaga pemikir yang berpusat di Berlin.

Rusia telah meningkatkan kerja samanya dengan Iran dan Korea Utara serta melibatkan mereka dalam perang di Ukraina. Kedua negara telah memasok amunisi, pesawat nirawak, dan rudal kepada Rusia dan Korea Utara juga mengirim sekitar 3.000 tentaranya untuk berlatih di Rusia.

Menurut pejabat AS dan Korea Selatan, bantuan tersebut penting bagi Rusia yang mengalami kekurangan tenaga kerja dan senjata dan berkontribusi pada tujuan strategis Rusia di Timur Tengah. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved