Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Arktik Pusat Geopolitik? Kanada Kukuh Melawan Rusia dan Tiongkok

Perubahan iklim dan lapisan es yang mencair dengan cepat menjadikan Arktik sebagai pusat geopolitik. Kanada melawan Rusia dan Tiongkok.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kondisi es di kutup utara. Perubahan iklim dan lapisan es yang mencair dengan cepat menjadikan Arktik sebagai pusat geopolitik. Kanada melawan Rusia dan Tiongkok. 

Negara-negara Nordik, yang banyak di antaranya merupakan anggota NATO (termasuk Finlandia dan Swedia, yang baru-baru ini bergabung), juga meningkatkan kehadiran mereka di Arktik. Mereka biasanya berkolaborasi dalam latihan militer.

Kekuatan Barat melakukan berbagai kegiatan di Arktik, mulai dari mengerahkan aset militer hingga mengeksplorasi sumber daya alam.

Apa yang dilakukan Rusia dan China di sana?

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah memperluas kehadiran angkatan lautnya, mengerahkan sistem rudal, dan meningkatkan pengujian senjata di Arktik.

China telah mengerahkan kapal yang mampu menjalankan fungsi pengawasan militer dan penelitian di wilayah tersebut. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data dan mengamankan akses ke sumber daya dan jalur pelayaran yang muncul akibat mencairnya es.

Para ahli memperingatkan bahwa mengerahkan kapal serba guna dapat menyebabkan spionase dan penyalahgunaan data.

Sebuah laporan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) mengungkapkan bahwa armada penelitian sipil China, yang terbesar di dunia, seolah-olah melakukan penelitian ilmiah tetapi juga mengumpulkan informasi oseanografi yang meningkatkan kemampuan perang bawah laut militer China.

Dalam kebijakan Arktik 2018, China menguraikan tujuannya untuk "memahami, melindungi, mengembangkan, dan berpartisipasi dalam tata kelola Arktik". Negara tersebut juga ingin menjadikan Rute Laut Utara, yang menghubungkan bagian barat Eurasia dengan wilayah Asia Pasifik, jalur pelayaran yang layak untuk mempersingkat perjalanan laut antarwilayah.

Tiongkok dan Rusia telah berkolaborasi dalam proyek infrastruktur, seperti Jalur Sutra Kutub (juga dikenal sebagai “Jalur Sutra Es”), terutama karena jalur tradisional seperti Terusan Suez menghadapi kemacetan dan tantangan keamanan yang semakin meningkat. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved