Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jet Rusia dan Suriah Bombardir Wilayah Pemberontak di Aleppo: 25 Orang Tewas

Tentara Suriah dan sekutunya Rusia mengatakan mereka menargetkan tempat persembunyian kelompok pemberontak dan menyangkal menyerang warga sipil.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Pasukan pemberontak Suriah merayakan kemenangan mereka saat mereka mengambil alih kota Tal di Suriah Utara. Tentara Suriah dan sekutunya Rusia mengatakan mereka menargetkan tempat persembunyian kelompok pemberontak dan menyangkal menyerang warga sipil. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Damaskus - Tentara Suriah dan sekutunya Rusia mengatakan mereka menargetkan tempat persembunyian kelompok pemberontak dan menyangkal menyerang warga sipil.

Tentara juga mengatakan mereka telah merebut kembali beberapa kota yang telah dikuasai pemberontak dalam beberapa hari terakhir.

Sedikitnya 25 orang tewas di barat laut Suriah dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pemerintah Suriah dan Rusia, kata layanan penyelamatan yang dikelola oposisi Suriah yang dikenal sebagai White Helm pada Senin pagi.

Jet-jet Rusia dan Suriah menyerang kota Idlib yang dikuasai pemberontak di Suriah utara pada hari Minggu, kata sumber-sumber militer, ketika Presiden Bashar al-Assad berjanji untuk menghancurkan pemberontak yang telah menyerbu kota Aleppo.

Tentara juga mengatakan mereka telah merebut kembali beberapa kota yang telah dikuasai pemberontak dalam beberapa hari terakhir.

Warga mengatakan satu serangan menghantam kawasan pemukiman padat di pusat Idlib, kota terbesar di daerah kantong pemberontak dekat perbatasan Turki di mana sekitar empat juta orang tinggal di tenda dan tempat tinggal sementara.

Setidaknya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, menurut tim penyelamat di tempat kejadian. Tentara Suriah dan sekutunya Rusia mengatakan mereka menargetkan tempat persembunyian kelompok pemberontak dan menyangkal menyerang warga sipil.

Sepuluh anak termasuk di antara korban tewas dalam serangan udara di dan sekitar Idlib dan sasaran lainnya di wilayah yang dikuasai pemberontak dekat Aleppo pada hari Minggu, menurut White Helm.

Total korban tewas akibat serangan Suriah dan Rusia sejak November. 27 orang meningkat menjadi 56 orang, termasuk 20 anak-anak, tambah kelompok itu dalam sebuah pernyataan di X.

Para pemberontak adalah koalisi kelompok-kelompok bersenjata sekuler arus utama yang didukung Turki bersama dengan Hayat Tahrir al-Sham, sebuah kelompok Islam yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS, Rusia, Turki dan negara-negara lain.

Para blogger perang Rusia melaporkan pada hari Minggu bahwa Moskow telah memecat Sergei Kisel, jenderal yang bertanggung jawab atas pasukannya di Suriah, setelah pemberontak menyerbu Aleppo. Reuters telah meminta komentar dari kementerian pertahanan Rusia.

Dalam pernyataan bersama, Amerika Serikat, Perancis, Jerman, dan Inggris mendesak “deeskalasi oleh semua pihak dan perlindungan warga sipil serta infrastruktur untuk mencegah pengungsian lebih lanjut dan gangguan akses kemanusiaan”.

Meninggalkan Aleppo

Di dalam Kota Aleppo, jalanan sebagian besar kosong dan banyak toko tutup pada hari Minggu karena warga yang ketakutan tetap tinggal di rumah. Masih banyak warga sipil yang meninggalkan kota, kata saksi mata dan warga.

Dikutip YNet, pejuang pemberontak yang mengibarkan bendera oposisi melaju melintasi kota, Yusuf Khatib, seorang warga, mengatakan kepada Reuters melalui telepon. Beberapa pemberontak mengambil posisi di persimpangan jalan, tambahnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved